Page 479 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 479

Suhadi: Perolehan Tanah untuk Pembangunan PLTU Jawa Tengah ...     471


             ini terlihat dari perluasan pengertian instansi dalam Peraturan Presiden 148 tahun 2015, yang
             dimaksudkan instansi yang memerlukan tanah adalah lembaga negara, kementerian, dan
             lembaga  pemerintah  nonkementerian,  pemerintah  provinsi,  pemerintah  kabupaten/kota,
             dan badan hukum milik negara/badan usaha milik negara yang mendapat penugasan khusus

             pemerintah dan badan usaha yang mendapatkan kuasa berdasarkan perjanjian dari lembaga
             negara,  kementerian  dan  lembaga  pemerintah  nonkementerian,  pemerintah  provinsi,
             pemerintah kabupaten/kota, dan badan hukum milik negara/badan usaha milik negara yang

             mendapat  penugasan  khusus  pemerintah  dalam  rangka  penyediaan  infrastruktur  untuk
             kepentingan umum. Dalam Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012 berdasar pada Pasal 12 ayat
             (1) yang dapat dikerjasamakan antara pemerintah dan badan usaha adalah pembangunan
             untuk  kepentingan  umum,  dan  bukan  penyelenggaraan  pengadaan  tanahnya.  Dengan

             demikian  dari  sisi  ini  dapat  dikatakan  kepentingan  untuk  melibatkan  swasta  dalam
             penyelenggaraan pengadaan tanah telah nyata sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden
             Nomor 148 Tahun 2015. Hal demikian patut untuk dikaji lebih dalam lagi agar konsistensi
             antara peraturan perundang-undangan yang lebih rendah denga peraturan yang lebih tinggi

             tetap terjamin. Lebih dari itu, kejelasan pengaturan pengadaan tanah bagi pembangunan
             untuk kepentingan umum dan bagi pembangunan untuk kepentingan swasta tetap dapat
             dilakukan.


             D. Simpulan dan Saran
             1.  Simpulan
                a.  Perolehan  tanah  untuk  pembangunan  PLTU  Batang  berdasarkan  izin  lokasi  yang

                   diperoleh PT. Bhimasena Power Indonesia didasarkan pada Keputusan Bupati Batang
                   Nomor  460/06/2012  tanggal  6  Agustus  2012  tentang  Pemberian  Izin  Lokasi  Untuk
                   Keperluan Pembangunan Power Block Untuk PLTU 2 X 1.000 MW Kepada PT. Bhima-
                   sena Power Indonesia Di Desa Ujungnegoro Desa Karanggeneng Kecamtan Kandeman

                   dan  Desa  Ponowareng  Kecamatan  Tulis  Kabupaten  Batang  menunjukkan  bahwa
                   sebagian tanah untuk pembangunan PLTU Batang adalah tanah untuk kepentingan
                   pembangunan yang dilakukan oleh badan usaha (swasta).

                b. Perolehan  tanah  untuk  pembangunan  PLTU  Batang  melalui  pengadaan  tanah
                   berdasarkan  Keputusan  Gubernur  Jawa  Tengah  Nomor  590/35  Tahun  2015  Tentang
                   Persetujuan  Penetapan  Lokasi  Pengadaan  Tanah  Sisa  Lahan  Seluas  125.146  m2
                   Pembangunan Pembangkil Listrik Tenaga Uap Jawa Tengah 2 X 1000 MW di Kabupaten

                   Batang  Provinsi  Jawa  Tengah,  menunjukkan  bahwa  sebagian  tanah  untuk  pem-
                   bangunan PLTU Batang adalah tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum,
                   yaitu pembangunan pembangkit listrik.

                c.  Tanah untuk pembangunan PLTU Batang diperoleh melalui 2 cara yaitu melalui izin
                   lokasi dan melalui pengadaan tanah berdasarkan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012.
   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483   484