Page 484 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 484

476    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             II. Hasil Pembahasan
             Pengadaan Tanah Bagi Proyek Strategis Nasional
                  Ketersediaan infrastruktur yang tidak mencukupi menjadi faktor yang paling bermasalah
             dalam berbisnis di Indonesia (WEF, 2016). Peringkat daya saing infrastruktur Indonesia pada
             tahun 2016 berada pada posisi 60 dari 138 negara dengan nilai 4.2. Beberapa faktor yang dinilai
             untuk  menentukan  peringkat  daya  saing  infrastruktur  antara  lain  kualitas  jalan,  kualitas
             jaringan kereta api, kualitas pelabuhan serta ditambah dengan kualitas pasokan listrik dan
             jumlah saluran telepon tetap. Peringkat kualitas jalan, jaringan kereta api dan pelabuhan di
             Indonesia  dari  138  negara  pada  tahun  2016  masing-masing  secara  berurutan  berada  pada
             posisi 75 (dengan nilai 3.9), 39 (nilai 3.8) dan 75 (nilai 3.9) (WEF, 2016).
                  Tahun 2015-2019 merupakan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)

             ketiga dari RPJPN 2005-2025. Pada periode ini arahan prioritas kebijakan pembangunannya
             adalah “memantapkan pembangunan secara menyeluruh di berbagai bidang dengan mene-
             kankan  pencapaian  daya  saing”  sebagaimana  dapat  dilihat  pada  Gambar  1  (Kementerian
             PPN/Bappenas,  2014,  hal.  2-3).  Presiden  Jokowi  yang  memerintah  pada  periode 2015-2019
             memasukkan arahan kebijakan pada RPJPN tersebut kedalam visi dan misi pembangunan
             2015-2019 yang dijabarkan kedalam Nawacita keenam. Nawacita keenam pada Buku 1 RPJMN
             terdapat  11  sub  agenda  prioritas  antara  lain  (1)  Membangun  Konektivitas  Nasional  untuk
             Mencapai  Keseimbangan  Pembangunan;  (2)  Membangun  Transportasi  Massal  Perkotaan;

             dan (3) Membangun Infrastruktur/Prasarana Dasar.

                      Gambar 1. Tahapan Pembangungn dan Arahan Kebijakan RPJPN 2005-2025




























             Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 2014, hal. 2-3

                  Proyek-proyek strategis yang mendukung sasaran pembangunan pada Nawacita keenam
             tersebut ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada Tahun 2017, Pemerintah

             menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 yang merubah Peraturan Presiden
             Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Peraturan
   479   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489