Page 488 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 488

480    Prosiding Seminar: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya



             geoKKP. SIMPATI lebih menekankan pada mekanisme dan kemudahan dalam melaksanakan
             pengadaan tanah serta managemen arsip pengadaan tanah sehingga lebih mudah diakses
             sewaktu-waktu  diperlukan.  Pengembangan  serta  sinkronisasi  aplikasi  SIPT  dan  SIMPATI
             oleh  Kementerian  Agraria  dan  Tata  Ruang/BPN  dapat  dilaksanakan  agar  diperoleh  suatu

             sistem pengadaan tanah yang terpadu dan dapat dipergunakan secara nasional.

             Kendala, Solusi dan Pengembangan Aplikasi Pengadaan Tanah

                  Sistem  Informasi  Pengadaan  Tanah  (SIPT)  yang  dikembangkan  oleh  Pusdatin  belum
             dilaksanakan  secara  optimal.  Hingga  Tahun  2017  baru  terdapat  11  Kantor  Wilayah  BPN
             Provinsi yang menggunakan SIPT yaitu (1) Kanwil BPN Provinsi Riau; (2) Kanwil BPN Provinsi
             Sumatera Selatan; (3) Kanwil BPN Provinsi Bengkulu; (4) Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat; (5)

             Kanwil BPN Provinsi Banten; (6) Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah; (7) Kanwil BPN Provinsi
             Jawa Timur; (8) Kanwil BPN Provinsi Bali; (9) Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Selatan; (10)
             Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Utara; (11) Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tenggara.
                  Penerapan aplikasi SIPT masih menjadi kendala dikarenakan beberapa faktor yaitu (1)

             kekurangan jumlah personil di bidang pengadaan tanah pada Kantor Wilayah BPN Provinsi
             untuk mengoperasionalkan aplikasi SIPT; (2) sosialisasi yang dilaksanakan oleh Kementerian
             Agraria dan Tata Ruang/BPN masih belum optimal pada tahap-tahap awal pengembangan

             aplikasi SIPT; (3) beberapa fitur pada aplikasi SIPT yang dianggap menyulitkan personil pada
             Kantor  Wilayah  BPN  Provinsi  untuk  dilaksanakan  seperti  memasukan  koordinat  peta
             penetapan lokasi pada SIPT Versi 1; dan (4) Penerapan jangka waktu yang dikunci sesuai
             dengan peraturan yang masih tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

                  Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pusdatin sebagai pengembangan aplikasi ber-
             koordinasi dengan Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah sebagai penanggung jawab di Pusat
             serta Kantor Wilayah BPN Provinsi sebagai pelaksana penggadaan tanah sekaligus pengguna
             aplikasi SIPT. Pembandingan dengan aplikasi SIMPATI pada Kantor Pertanahan Kabupaten

             Pemalang juga dapat dilaksanakan sehingga dapat saling melengkapi untuk menciptakan
             sistem informasi pengadaan tanah yang terpadu, interaktif dan dapat dimanfaatkan secara
             nasional. Beberapa pengembangan aplikasi SIPT yang dapat diusulkan antara lain:

             a) SIPT tidak hanya dipergunakan pada tahap pelaksanaan pengadan tanah oleh Kemen-
                terian Agraria dan Tata Ruang/BPN namun juga dikembangkan untuk dilaksanakan mulai
                dari tahap persiapan pengadaan tanah oleh Pemerintah Daerah;
             b) SIPT dapat dijadikan sebagai sistem terpadu pelayanan pengadaan tanah terutama pada

                tahap perencanaan dimana Instansi yang memerlukan tanah dapat memperoleh informasi
                mengenai perkiraan jumlah bidang tanah (baik yang bersertipikat maupun yang belum
                bersertipikat),  data  perkiraan  nilai  ganti  kerugian  berdasarkan  zona  nilai  tanah  yang

                dibuat Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta perkiraan jumlah masyarakat yang akan
                terkena dampak pengadaan tanah;
   483   484   485   486   487   488   489   490   491   492   493