Page 483 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 483

Ganang Prakoso: Penguatan Sistem Informasi Pengadaan Tanah Terpadu ...     475


                  Pemerintah  Indonesia  terus  berupaya  untuk  meningkatkan  daya  saing  secara  global.
             Undang-Undang  Nomor  17  Tahun  2005  tentang  Rencana  Pembangunan  Jangka  Panjang
             Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025 menyatakan bahwa salah satu misi pembangunan nasio-
             nal adalah “Mewujudkan Bangsa Yang Berdaya Saing” salah satunya dengan membangun
             infrastruktur yang maju. Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden
             Jusuf Kalla yang ada pada periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) ketiga

             dari RPJPN meneruskan fokus pada pembangunan dan pemerataan infrastruktur. Hal ini
             diwujudkan  dalam  salah  satu  misi  pembangunan  nasional  2015-2019  yaitu  “Mewujudkan
             Bangsa Yang Berdaya Saing” yang kemudian dijabarkan ke dalam Nawacita keenam yaitu
             “Meningkatkan Produktivitas Rakyat Dan Daya Saing Di Pasar Internasional” (Kementerian
             PPN/Bappenas, 2014). Program-program infrastruktur yang terdapat dalam RPJMN tersebut

             ada yang menjadi prioritas dan strategis bagi pemerintah yang kemudian ditetapkan dengan
             Peraturan Presiden tentang Proyek Strategis Nasional.
                  Ketersediaan tanah untuk mendukung pembangunan untuk kepentingan umum seperti
             proyek  strategis  nasional  tersebut  dijamin  oleh  pemerintah  dan/atau  pemerintah  daerah.
             Badan Pertanahan Nasional (saat ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan

             Nasional) ditunjuk sebagai lembaga pertanahan yang melaksanakan tahapan pelaksanaan
             pengadaan tanah. Percepatan pelaksanaan pengadaan tanah oleh Kementerian Agraria dan
             Tata Ruang/BPN terutama untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak hanya ditentukan
             dengan ketersediaan peraturan yang mendukung, tata kelola pemerintahan yang baik dan
             Sumber Daya Manusia yang bekompeten, namun juga harus didukung dengan penerapan

             Sistem Informasi yang terpadu.
                  Penerapan sistem informasi berbasis internet untuk pengadaan tanah wajib dilakukan.
             Banyaknya pelaksanaan pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional mengakibatkan
             bertambahnya jumlah arsip yang harus disimpan pada Kantor Wilayah BPN Provinsi. Diper-
             lukan  penambahan  ruang  penyimpanan  arsip  dengan  sistem  managemen  dan  keamanan
             yang baik agar arsip tersebut tidak rusak dan hilang. Selain itu, dengan pelaksanaan penga-

             daan  tanah  yang  masih  manual  akan  mengakibatkan  kesulitan  untuk  memantau  progres
             pelaksanaan oleh pimpinan serta pelaporan hasil kegiatan yang tidak dapat dilakukan secara
             cepat. Pengembangan sistem informasi ini akan mempermudah personil dan Kantor Wilayah
             BPN Provinsi dalam pengelolaan arsip, pelaporan progres pekerjaan serta mempermudah

             pimpinan untuk memantau pelaksanaan pengadaan tanah.
                  Makalah ini akan membagi pembahasan menjadi 3 bagian yaitu berkaitan dengan penga-
             daan tanah bagi proyek strategis nasional, bagian kedua tentang penerapan sistem informasi
             pengadaan tanah pada kementerian agraria dan tata ruang/BPN, dan pada bagian ketiga ten-
             tang potensi pengembangan sistem informasi pengadaan tanah terpadu. Diharapkan maka-
             lah ini dapat memberikan masukan bagi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN khusus-
             nya dan pemangku kebijakan pengadaan tanah umumnya agar dapat berkolaborasi mengem-
             bangkan  sebuah  sistem  informasi  pengadaan  tanah  terpadu  untuk  mendukung  proses
             pengadaan tanah bagi pembangunan bagi kepentingan umum.
   478   479   480   481   482   483   484   485   486   487   488