Page 482 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 482

PENGUATAN SISTEM INFORMASI PENGADAAN TANAH TERPADU
                         UNTUK MENDUKUNG PROYEK STRATEGIS NASIONAL

                                                  Ganang Prakoso
                         Direktorat Pemanfaatan Tanah Pemerintah, Kementerian ATR/BPN,
                                     Jalan Sisingamangaraja No. 2, Jakarta Selatan;
                                          Email: ganangprakoso@ymail.com

                                                       Abstrak
                Pembangunan infrastruktur merupakan prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang
                tertuang  dalam  Nawacita.  Pada  tahun  2017,  Presiden  Jokowi  mengeluarkan  Peraturan  Presiden
                Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan
                Pelaksanaan  Proyek  Strategis  Nasional  (PSN)  yang  di  dalamnya  memuat  245  proyek,  1  program
                kelistrikan,  dan  1  program  industri  pesawat  terbang.  Ketersediaan  tanah  untuk  pembangunan
                proyek-proyek strategis tersebut wajib dilakukan oleh pemerintah sebagaimana amanat Undang-
                Undang Nomor 2 Tahun 2012. Percepatan pengadaan tanah untuk proyek strategis tersebut tidak
                hanya ditentukan oleh tersedianya peraturan-peraturan yang mendukung, namun juga tata kelola
                pemerintahan yang baik serta ketersediaan sistem informasi yang terpadu. Kementerian Agraria dan
                Tata  Ruang/Badan  Pertanahan  Nasional  (ATR/BPN)  sebagai  kementerian  yang  melaksanakan
                pengadaan tanah telah membuat Sistem Informasi Pengadaan Tanah (SIPT) yang terintegrasi dengan
                aplikasi KKP dan geoKKP untuk memproses permohonan pengadaan tanah. Di tingkat lokal, Kantor
                Pertanahan Kabupaten Pemalang mengembangkan Sistem Manajemen Pengadaan Tanah Instansi
                (Simpati). Namun pelaksanaan aplikasi SIPT belum diterapkan secara optimal di seluruh Indonesia,
                sedangkan aplikasi Simpati masih bersifat lokal yang belum terintegrasi secara nasional. Artikel ini
                akan membahas hambatan-hambatan yang dialami dalam pemanfaatan aplikasi SIPT secara nasional
                dan  membahas  potensi  pengembangan  aplikasi  Simpati  secara  nasional  serta  mengembangkan
                sistem  informasi  terpadu  pengadaan  tanah  yang  bisa  dipakai  secara  nasional  dan  untuk  semua
                pemangku kebijakan pengadaan tanah. Diharapkan dengan penguatan sistem informasi pengadaan
                tanah terpadu maka proses pengadaan tanah dapat terlaksana dengan lebih cepat, akuntabel dan
                optimal.
                Kata Kunci: Pengadaan Tanah; Kementerian ATR/BPN; Sistem Informasi Terpadu; Proyek Strategis
                Nasional (PSN)


             I.  Pendahuluan
                  Ketersediaan infrastruktur yang memadai masih menjadi salah satu faktor yang menjadi
             penghambat  daya  saing  Indonesia  di  dunia.  World  Economic  Forum  (WEF)  (2016)
             menyatakan bahwa peringkat daya saing Indonesia secara global pada periode tahun 2016-
             2017 berada pada peringkat 41 dari 138 negara. Peringkat ini turun sebanyak 4 peringkat dari
             periode 2015-2016, walaupun secara nilai masih berada pada angka 4.5. Peringkat daya saing
             Indonesia secara global sejak periode 2012-2013 hingga 2016-2017 dapat dilihat pada Tabel 1.
             Survey yang dilaksanakan terhadap Eksekutif WEF menempatkan ketersedian infrastruktur
             yang tidak mencukupi pada peringkat ketiga faktor yang paling bermasalah dalam berbisnis

             di Indonesia dengan nilai 9.0 (WEF, 2016).
                                 Tabel 1. Peringkat Daya Saing Indonesia Secara Global

                                  Periode 2012-2013 sampai dengan Periode 2016-2017
                   Periode       2012-2013     2013-2014      2014-2015     2015-2016     2016-2017
                  Peringkat    50  dari  144  38  dari  148  34  dari  144  37  dari  140  41  dari  138

                               Negara         Negara        Negara         Negara         Negara
                  Nilai        4.4            4.5           4.6            4.5            4.5
             Sumber: World Economic Forum (2016)

                                                          474
   477   478   479   480   481   482   483   484   485   486   487