Page 489 - Prosiding Seminar Nasional: Problematika Pertanahan dan Strategi Penyelesaiannya. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional bekerja sama dengan Pusat Studi Hukum Agraria
P. 489

Ganang Prakoso: Penguatan Sistem Informasi Pengadaan Tanah Terpadu ...     481


             c) Pelaporan SIPT pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN akan disinkronisasi dan
                diintegrasi dengan aplikasi pelaporan SKMPP sehingga dapat dipantau progress pelaksa-
                naan pengadaan tanah oleh Menteri, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan pemangku
                kebijakan lainnya di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN. Proses integrasi antara

                SIPT dan SKMPP telah dimulai dikembangkan pada aplikasi SIPT Versi 2.
             d) Untuk jangka panjang, pelaporan penyelenggaraan pengadaan tanah pada aplikasi SIPT
                jika  telah  menjangkau  semua  tahapan  penyelenggaraan  pengadaan  tanah  tidak  hanya

                dapat dipantau oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.
                Nantinya  progresse  pelakasanaan  pengadaan  tanah  terutama  untuk  Proyek  Strategis
                Nasional dapat juga dipantau oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas
                (KPPIP) bahkan langsung oleh Presiden.


             III. KESIMPULAN DAN SARAN
                  Pemerintahan  Presiden  Jokowi  periode  Tahun  2015-2019  berada  pada  periode  RPJM
             ketiga dari RPJPN 2005-2025 dimana salah satu fokus pembangunan adalah pada penyediaan

             infrasturktur untuk mendukung daya saing Indonesia di dunia. Pada Tahun 2017, Presiden
             Jokowi menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 yang memuat jumlah Proyek
             Strategis  Nasional  yaitu  sebanyak  245  proyek  strategis  nasional  dan  ditambah  dengan  1

             program  pembangunan  infrastruktur  ketenagalistrikan  serta  2  program  industri  pesawat
             terbang.
                  Penyediaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum termasuk proyek stra-
             tegis nasional dijamin oleh pemerintah dan/atau pemerintah daerah. Tahapan penyeleng-

             garaan pengadaan tanah telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang
             Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Kementerian Agraria dan
             Tata  Ruang/BPN  sebagai  lembaga  pertanahan  mendapat  tanggung  jawab  pada  tahapan
             pelakasanaan dan tahapan penyerahan hasil. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN telah

             berupaya maksimal untuk mensukseskan pengadaan tanah bagi proyek strategis nasional
             dengan  melakukan  beberapa  terobosan  antara  lain  merevisi  peraturan-peraturan  terkait
             pengadaan tanah dengan memangkas jangka waktu pelaksanaan.

                  Untuk mendukung proses pengadaan tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN
             telah mengembangkan Sistem Informasi Pengadaan Tanah (SIPT). SIPT ini mengakomodir
             seluruh tahapan pelaksanaan pengadaan tanah dan penyerahan hasil. Namun implementasi
             dari aplikasi ini belum maksimal dimana tercatat baru 10 Kantor Wilayah BPN Provinsi yang

             menggunakan aplikasi ini. Selain SIPT yang dikembangkan oleh Pusdatin, Kantor Pertanahan
             Kabupaten  Pemalang  pun  mengembangkan  aplikasi  pengadaan  tanah  yang  bersifat  lokal
             yang diberi nama Sistem Informasi dan Managemen Pengadaaan Tanah Instansi (SIMPATI).

                  Beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan aplikasi SIPT agar tercipta
             sistem  informasi  pengadaan  tanah  terpadu  yang  dapat  dilaksanakan  oleh  seluruh  Kantor
   484   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494