Page 370 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 370

INTISARI












             Pasal 33 UUD 1945 merupakan dasar utama kewenangan negara untuk
             menguasai tanah, air berserta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya.
             Sebagai turunannya, UU No. 5 Tahun 1960 tentang Ketentuan-ketentuan
             Pokok Agraria beserta legislasi sektoral lainnya juga turut mengatur dan
             memperkokoh Hak Menguasai Negara (HMN) tersebut. Ditengah konflik
             antar norma diantara legislasi di bidang sumber daya alam ini, diperlukan
             kontrol yang baik untuk memastikan agar undang-undang sektoral tetap
             berpegang teguh pada semangat Pasal 33 UUD 1945. Dalam hal ini
             peran Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi signifikan untuk dipelajari,
             terutama dalam kaitannya dengan dasar-dasar pertimbangan MK dalam
             menafsirkan HMN; dan  pandangan serta preferensi MK terhadap relasi
             negara, rakyat dan korporasi dalam peta penguasaan tanah dan sumber
             daya alam di Indonesia.
                   Penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-legal. Dengan
             pendekatan tersebut, HMN tidak hanya dilihat dalam bentuknya sebagai
             konsep normatif yang diatur dalam Pasal 33 UUD 1945 dan UU Pokok
             Agraria semata, melainkan juga sebagai konsep kognitif yang berkembang
             seiring dengan transformasi pandangan politik dan situasi sosial-kebangsaan
             Indonesia. Metode ini dipilih mengingat HMN merupakan wacana yang
             multi-wajah. Meskipun sebagian besar keadaan yang melatarbelakangi
             HMN dimuat dalam peraturan hukum, pada kenyataannya HMN
             tersebut dimaknai dalam konteks yang berbeda-beda pada setiap rezim
             yang pernah berkuasa di Indonesia. Oleh karena itu kajian interdisipliner
             dalam aras sosio-legal ini menjadi penting untuk mengurai dan menganalisis
             kompleksitas permasalahan.
                   Hak Menguasai Negara (selanjutnya disebut HMN) di setiap rezim
             kekuasaan yang pernah ada di Indonesia dimaknai secara berbeda, bahkan




                                                                             339
   365   366   367   368   369   370   371   372   373   374   375