Page 372 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 372

BAB I



                                     PENDAHULUAN











             A.    Latar Belakang

                   Pergulatan mengenai kajian agraria dan sumber daya alam tidak hanya
             dapat ditemui dalam diskursus akademik, melainkan juga pada ruang-ruang
             pengadilan dimana hukum dipertemukan pada realitas sosialnya. Diskursus
             yang terjadi di ruang pengadilan sendiri dapat dibedakan menjadi sengketa
             yang diperiksa pada peradilan umum, dan perkara pengujian peraturan
             perundang-undangan (judicial review). Sebelum berlakunya UU No. 24
             Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, wewenang untuk melakukan
             uji materi hanya berada pada Mahkamah Agung. Wewenangnya pun
             terbatas pada pengujian peraturan perundang-undangan di bawah undang-
             undang terhadap undang-undang. Namun sejak terbentuk Mahkamah
             Konstitusi Republik Indonesia (Selanjutnya disebut MK) pada tahun 2003,
             uji materi peraturan perundang-undangan, terutamanya undang-undang
             terhadap UUD 1945, menjadi salah satu sejarah penting dalam upaya
             penegakan dan penyelenggaraan hukum di negeri ini.
                   Salah satu bidang yang produk legislasinya kerap dimohonkan
             pengujian adalah bidang agraria dan sumber daya alam. Sejak didirikan
             pada tahun 2003, setidaknya terdapat 11 perkara pengujian undang-
             undang yang berkaitan dengan persoalan agraria dan sumber daya alam
             yang telah diperiksa dan diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi MK.
             Isu konstitusionalitas yang cukup mengemuka dalam pengujian undang-
             undang yang berkaitan dengan agraria dan sumber daya alam salah satunya
             mengenai konsep Hak Menguasai Negara (selanjutnya disebut HMN).





                                                                              341
   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377