Page 377 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 377

melakukan pengujian legalitas berdasarkan undang-undang, sedangkan MK
            melakukan pengujian konstitusionalitas berdasarkan UUD 1945.
                 Berdasarkan Pasal 10 UU No 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah
            Konstitusi, MK memiliki 4 wewenang, antara lain:

            a.   menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara
                 Republik Indonesia Tahun 1945;

            b.   memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya
                 diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
                 Tahun 1945;
            c.   memutus pembubaran partai politik; dan
            d.   memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.

                 Berkaitan dengan wewenang MK untuk melakukan uji materi
            undang-undang terhadap UUD 1945 (judicial review), beberapa pemikiran
            hukum tata negara menyamakan antara hak uji (toetsingrecht) dengan
            judicial review, sehingga mengaburkan wewenang pengujian yang dimiliki
            oleh lembaga peradilan dan lembaga legislatif atau eksekutif. Sebenarnya
            terdapat perbedaan antara toetsingrecht dengan judicial review. Hubungan
            keduanya dapat digambarkan sebagai hubungan antara genus dan spesies,
            dimana toetsingrecht sebagai konsep umum dan judicial review sebagai
            konsep khusus. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa terdapat hak uji
            lain disamping judicial review. Menurut Jimly Asshiddiqqie, toetsingrecht
            atau hak untuk menguji dapat pula diberikan kepada lembaga parlemen
            sebagai legislator. Sehingga proses pengujian tersebut lebih tepat disebut
            sebagai legislative review. Demikian pula jika toetsingrecht diberikan kepada
            pemerintah, maka pengujian semacam itu disebut sebagai executive review,
            bukan judicial review ataupun legislative review. 6
                 Sesuai dengan semangat dibentuknya MK sebagai Guardian of
            Constitution, maka yang menjadi dasar bagi seseorang dapat mengajukan
            permohonan uji materi undang-undang terhadap UUD 1945 adalah
            adanya hak dan/ atau kewenangan  konstitusional  yang dirugikan oleh
            berlakunya suatu undang-undang. Berdasarkan penjelasan Pasal 51 ayat
            (1) UU MK ”yang dimaksud dengan hak konstitusional adalah hak-hak yang
            diatur dalam UUD 1945”. Sedangkan wewenang konstitusional berkaitan


                 6 Jimly Asshiddiqqie, 2006, Hukum Acara Pengujian Undang-Undang, Konstitusi Press,
            Jakarta, Hlm. 2


            346      Hubungan Keagrariaan
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382