Page 378 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 378

7
             dengan kewenangan yang diatur dalam UUD 1945.  Pasca perubahan
             UUD 1945, banyak ketentuan mengenai HAM yang ditambahkan ke
             dalam UUD 1945, yaitu dalam Bab XA dari Pasal 28A hingga Pasal 28J
             Perubahan Kedua UUD 1945. Hak-hak konstitusional antara lain: hak
             untuk hidup; hak untuk mempertahankan hidup dan kehidupannya; hak
             atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil
             serta perlakuan yang sama di hadapan hukum; dan banyak hak lain yang
             diatur dalam UUD 1945.
                   Salah satu pemicu konflik antar norma di bidang agraria dan sumber
             daya alam adalah terlanggarnya hak konstitusional warga negara sebagai
             akibat tumbuh suburnya legislasi sektoral di bidang sumber daya alam
             di Indonesia yang mengingkari karakteristik dan relasi penguasaan tanah
             yang nyata tumbuh di masyarakat. Berbagai legislasi tersebut hanya
             sekedar mendorong formalitas penguasaan yang pada akhirnya bermuara
             pada keuntungan pemilik modal. Sesungguhnya hal inilah yang menjadi
             tantangan terbesar bagi usaha reforma agraria yang diamanatkan UU No.
             5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria (UUPA), dan tidak banyak
             negara yang berhasil melakukannya:

                   The emphasis on understanding humankind to land relationships and the
                   mission to provide tenure security are tried and tested in all regions of the globe
                   in various circumstances to improve poverty and living conditions. However,
                   these activities have delivered a relatively low success rate thus far. 8

                   Oleh karena itu pemerintah dan pembentuk undang-undang perlu
             menyadari bahwa pengaturan soal tanah bukan hanya persoalan teknis
             distribusi dan tenure security semata, melainkan juga persoalan ikatan
             kultural antara manusia dan penciptanya. Hal ini sebenarnya telah mampu
             dibaca oleh UUPA yang menegaskan landasan bagi hukum agraria di
             Indonesia adalah hukum adat. Hanya saja, semangat tersebut tidak diikuti
             oleh peraturan sektoral lainnya dan implementasi UUPA sendiri.







                   7 Mahkamah Konstitusi, 2010, Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal
             dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta, Hlm. 112.
                   8 Kate Dalrymple, Jude Wallace, And Ian Williamson, 2004, Land Policy and Tenure in
             Southeast Asia, 1995 – 2005, disampaikan dalam 3 Regional FIG Conference, Jakarta, Indonesia,
                                                 rd
             3-7 October 2004, hlm. 6.

                       Pemaknaan Hak Menguasai Negara Oleh Mahkamah Konstitusi  347
   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383