Page 381 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 381
B. Bahan Penelitian dan Cara Perolehan Bahan Penelitian
1. Penelitian Kepustakaan
Penelitian ini menggunakan pendekatan tekstual (kepustakaan)
sebagai pendekatan yang dominan. Kajian dilakukan melalui identifikasi
dan analisis putusan-putusan MK yang berkaitan dengan persoalan
agraria dan sumber daya alam. Putusan MK tersebut dipilih berdasarkan
pertimbangan dan pemaknaan yang diberikan MK, baik eksplisit maupun
implisit, terhadap HMN.
Disamping itu, kajian ini juga membaca dan menganalisis teks-teks
normatif (Bahan Hukum Primer) dan data sekunder lainnya (bahan hukum
sekunder dan bahan non hukum) yang dilakukan melalui penelusuran
bahan kepustakaan, kajian terhadap asas hukum, sistem hukum, sejarah
hukum dan keserasian antar hukum positif. Penelitian kepustakaan juga
9
dilakukan untuk menemukan landasan teoritis, historis dan filosofis dari
konsep HMN. Selengkapnya, data yang digunakan dalam pendekatan
tekstual (kepustakaan) ini antara lain:
1) Bahan Hukum Primer, merupakan bahan hukum yang bersifat
mengikat, antara lain:
a) UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria;
b) UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
c) UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk
Pembangunan bagi Kepentingan Umum
d) UU No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir
dan Pulau-Pulau Kecil;
e) Putusan MK No. 35/PUU-X/2012 (Uji Materi UU No. 41
Tahun 1999 tentang Kehutanan);
f) Putusan MK No. 50/PUU-X/2012 tentang pengujian UU No.
2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Untuk Pembangunan
bagi Kepentingan Umum
g) Putusan MK No. 3/PUU-VIII/2010 tentang Pengujian UU
No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil terhadap UUD 1945
9 Soerjono Soekanto dan Sri Mamuji, 1995, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan
Singkat, Raja Grafindo, Jakarta, Hlm. 15.
350 Hubungan Keagrariaan

