Page 384 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 384
dimungkinkan untuk dilakukan pengembangan pertanyaan lebih
lanjut untuk menggali data secara mendalam sepanjang berkaitan
dengan hal-hal yang diteliti. 11
Selain itu digunakan juga teknik pengumpulan data melalui
FGD, sebagaimana telah dijelaskan pada sub-bab sebelumnya.
5) Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa pedoman
wawancara. Pedoman wawancara merupakan daftar yang memuat
daftar pokok-pokok pertanyaan yang diajukan kepada responden dan
narasumber mengenai dasar pertimbangan, proses penentuan dan
implikasi dari putusan-putusan MK yang berkaitan dengan persoalan
agraria dan sumber daya alam.
C. Analisis Hasil Penelitian
Data yang terkumpul dari hasil penelitian kepustakaan dan
penelitian lapangan diklasifikasikan dalam tiga kelompok. Pertama adalah
data mengenai putusan MK terhadap uji materi tiga undang-undang
yang menjadi obyek penelitian ini; Kedua, data yang berkaitan dengan
transformasi pemaknaan Hak Menguasai Negara (selanjutnya disebut
HMN) dari jaman kolonial hingga pasca reformasi; dan ketiga adalah
kelompok data pendukung. Selanjutnya, data yang terkumpul dianalisis
secara kualitatif dan disajikan dalam laporan hasil penelitian yang deskriptif
analitis. Bersifat deskriptif karena hasil penelitian ini diharapkan akan
memberikan gambaran yang utuh dan sistematis mengenai:
1. Tranformasi pemaknaan HMN sejak Masa Kolonial hingga Pasca-
Reformasi;
2. Pemaknaan HMN oleh MK.
Bersifat analitis karena dilakukan suatu analisis terhadap berbagai
aspek hukum tersebut untuk menjawab berbagai permasalahan yang telah
diuraikan sebelumnya. Analisis dilakukan pada sejumlah putusan MK atas
11 Ibid, Hlm. 96.
Pemaknaan Hak Menguasai Negara Oleh Mahkamah Konstitusi 353

