Page 386 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 386

BAB III



                                      PEMBAHASAN











             A.    Transformasi Pemaknaan Hak Menguasai Negara (HMN) sejak
                   Masa Kolonial hingga Pasca Reformasi

             1.    Masa Kolonial

                   Sebenarnya cukup banyak kebijakan agraria yang dikeluarkan pada
             masa pemerintahan kolonial, Domein Verklaring mungkin dapat dikatakan
             sebagai salah satu peraturan tentang agraria yang monumental pada masa
             tersebut karena memuat pernyataan penguasaan sepihak oleh pemerintah
             kolonial Belanda atas tanah-tanah di wilayah koloninya. . Pernyataan ini
                                                                 12
             pada prinsipnya menegaskan bahwa negara (pemerintah kolonial) memiliki
             hak untuk menguasai tanah-tanah yang padanya tidak melekat hak-hak
             penguasaan individual ((alle grond, waarop niet door anderen recht van
             eigendom wordt bewezen, domein van den Staat is). Hak-hak individual yang


                   12 Jika kembali menengok jauh ke belakang, prinsip domein verklaring terikat pada prinsip
             penaklukan lain yang kerap digunakan oleh negara-negara kolonial di Eropa untuk melegitimasi
             hak mereka terhadap tanah jajahan. Prinsip tersebut dikenal sebagai Terra Nullius Principle. Prinsip
             ini lahir melalui konvensi internasional negara-negara di Eropa pada akhir abad ke-18, yang pada
             intinya berarti land belonging no-one atau wilayah/ tanah yang tidak dimiliki oleh siapapun. Meskipun
             menggunakan bahasa latin untuk penyebutannya, prinsip terra nullius diyakini oleh sebagian besar
             ahli tidak berasal dari praktek penaklukan di Kerajaan Romawi. Prinsip ini digunakan terutama oleh
             Kerajaan Inggris yang pada masa itu tengah gencar melakukan penejelajahan untuk menemukan
             daerah-daerah koloni baru. Sir William Blackstone adalah salah satu tokoh yang dianggap
             bertanggungjawab terhadap lahirnya prinsip terra nullius ini. Meskipun sebenarnya istilah terra
             nullius tidak pernah disebutkan secara langsung dalam karyanya, Blackstone dipandang membawa
             embrio terra nullius melalui teori pemisahan antara wilayah yang ditaklukkan (conquered colony)
             dan wilayah yang menyerahkan diri (ceded colony). Lebih lanjut lihat Geoffrey Partington, 2007,
             Thoughts on Terra Nullius, dalam Proceedings of the Nineteenth Conference of The Samuel Griffith
             Society, Melbourne, hlm. 96.


                                                                             355
   381   382   383   384   385   386   387   388   389   390   391