Page 389 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 389

pada kebiasaan dan hukum adat yang berlaku diantara mereka. Jika
            paham penguasaan tanah ala barat diterapkan, maka dikhawatirkan akan
            menimbulkan friksi dan gejolak yang mengancam kedudukan pemerintah
            kolonial di Indonesia.
                 Atas dasar itulah kemudian Raja Belanda memerintahkan untuk
            dilakukan penelitian mengenai pola penguasaan tanah oleh penduduk
            pribumi kepada Gubernur Hindia Belanda, yang kemudian ditindaklanjuti
            dengan dikeluarkannya Dekrit Pemerintah Hindia Timur No 2 dan 34
            pada tahun 1867. Penelitian ini kemudian dimulai pada tahun 1868 dan
            dilakukan oleh 3 orang residen dan 31 orang kontrolir yang masing-masing
            bertanggungjawab terhadap wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa
            Timur.
                 Setelah beberapa kali mengalami penundaan, jilid pertama eindresume
            ini akhirnya dipublikasikan pada tahun 1872, yang kemudian disusul oleh
            Jilid II pada tahun 1880 dan Jilid III pada tahun 1896. Eindresume tersebut
            menyelesaikan perdebatan antara kaum liberal dan kaum konservatif dengan
            kemenangan berada di sisi kaum liberal. Sejak saat itu eindresume tersebut
            digunakan sebagai basis bagi pembentukan peraturan pemerintah Hindia
            Belanda berkaitan dengan bidang pertanahan. Sejak saat itu pula pola
            kolonisasi Belanda terhadap Indonesia bergeser dari awalnya menggunakan
                                                                         14
            sistem tanam paksa, berubah menjadi sistem perkebunan swasta.  Pada
            fase liberalisasi ini, HMN digunakan untuk melegitimasi perampasan
            tanah milik penduduk pribumi, yang kemudian tanah tersebut oleh negara
            diberikan kepada korporasi-korporasi swasta, terutamanya perusahaan
            perkebunan.



            2.   Masa Orde Lama
                 Ketika pembahasan digulirkan pada politik dan kebijakan agraria
            di Masa Orde Lama, maka UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok
            Agraria (UUPA) menjadi variabel utama yang tidak dapat dikesampingkan.
            Selain menjadi produk pemikiran yang mencerminkan semangat jaman



                 14 Mengenai sejarah dan penjelasan lengkap mengenai Eindresume ini lihat Hiroyoshi
            Kano, 1977, Land Tenure System and The Desa Community in Nineteenth Century Java, IDE Paper
            No.5, Institute of Developing Economies Tokyo, Jepang, dalam S.M.P. Tjondronegoro dan Wiradi
            (Penyunting), 2008, Dua Abad Penguasaan Tanah, Pola Penguasaan Tanah Pertanian di Jawa dari
            Masa ke Masa, Yayasan Obor, Jakarta, hlm. 31-101..


            358      Hubungan Keagrariaan
   384   385   386   387   388   389   390   391   392   393   394