Page 417 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 417

pelaksanaan penguasaan oleh negara atas kekayaan alam atas
                       bumi, air, dan kekayaan alam benar-benar digunakan untuk
                       sebesar-besar kemakmuran rakyat.

                 3.    Tujuan ideal dari pembentukan Undang-Undang a quo
                       sebagaimana ditentukan dalam Pasal 4 yaitu untuk: (i)
                       melindungi, mengonservasi, merehabilitasi, memanfaatkan,
                       dan memperkaya sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil
                       serta sistem ekologisnya secara berkelanjutan, (ii) menciptakan
                       keharmonisan dan sinergi antara Pemerintah dan Pemerintahan
                       Daerah dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan pulau-
                       pulau kecil, serta (iii) memperkuat peran serta masyarakat dan
                       lembaga pemerintah serta mendorong inisiatif masyarakat dalam
                       pengelolaan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil agar
                       tercapai keadilan, keseimbangan dan keberlanjutan.
                 4.    Mahkamah menerima penjelasan Pemerintah bahwa
                       pembentukan Undang-Undang a quo, dilatarbelakangi
                       kesadaran perlunya mengintegrasikan dan membangun
                       sinergi berbagai perencanaan sektoral, mengatasi tumpang
                       tindih pengelolaan, konflik pemanfaatan dan kewenangan
                       serta memberikan kepastian hukum. Akan tetapi, Mahkamah
                       memberi perhatian khusus terhadap keterangan ahli Abdon
                       Nababan dan Dietrich G Bengen (Ahli dari Pemerintah), yang
                       berpendapat bahwa masalah utama dari pengelolaan pesisir
                       laut dan pulau-pulau kecil adalah tragedy of open acces yaitu
                       tragedi yang diakibatkan oleh penggunaan prinsip open access
                       terhadap wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil serta prinsip
                       common property atas wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
                       yang mengakibatkan tidak memungkinkan pengkaplingan
                       wilayah pesisir atau laut yang ada. Menurut Mahkamah jika
                       pendapat kedua ahli tersebut benar, dapat disimpulkan bahwa
                       maksud pembentukan undang-undang ini adalah dalam rangka
                       melegalisasi pengkaplingan wilayah pesisir dan pulau-pulau
                       kecil untuk dijadikan private ownership dan close ownership
                       kepada perseorangan, badan hukum atau masyarakat tertentu,
                       sehingga bagian terbesar dari pengelolaan wilayah pesisir dan
                       pulau-pulau kecil diserahkan kepada perseorangan, badan
                       hukum, dan kelompok masyarakat yang dikonstruksikan


            386      Hubungan Keagrariaan
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422