Page 414 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 414

Bahwa Pasal ini berpotensi untuk menghilangkan hak hidup
                   dan hak untuk mempertahankan hidup/kehidupan masyarakat adat,
                   lokal dan tradisional yang tinggal di wilayah pesisir;


             5.    Bahwa Hak Pengusahaan Perairan Pesisir berpotensi akan mengusir
                   secara hukum, masyarakat adat dan masyarakat tradisional yang ruang
                   hidupnya ada di ruang pesisir. Sementara itu konsep Penguasaan
                   Negara berdasarkan pertimbangan hukum Putusan Mahkamah
                   Konstitusi perkara Undang-Undang Minyak dan Gas, Undang-
                   Undang Ketenagalistrikan, dan Undang-Undang Sumber Daya Alam,
                   menafsirkan mengenai “hak menguasai negara/HMN” bukan dalam
                   makna negara memiliki [sic.], tetapi dalam pengertian bahwa negara
                   merumuskan kebijakan (beleid), melakukan pengaturan (regelendaad),
                   melakukan pengurusan (bestuursdaad), melakukan pengelolaan
                   (beheersdaad), dan melakukan pengawasan (toezichthoudensdaad)
                   yang semuanya ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran
                   rakyat. Fungsi pengaturan (bestuursdaad) meliputi pemberian dan
                   pencabutan ijin dan konsesi;
             6.    Bahwa Hak Pengusahaan Perairan Pesisir (HP-3) yang dilakukan oleh
                   Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah (provinsi dan kabupaten/kota)
                   mengubah rezim pengelolaan laut di Indonesia, perubahan dari open
                   acces dan common property right menjadi property right ini berarti
                   bahwa kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil lebih eksklusif. Menurut
                   Andre Groz (2005), dalam bukunya Ecology as Politics mengkritik
                   pemberian hak eksklusif pada pemilik modal, karena pemberian hak
                   tersebut menimbulkan ketidakadilan sehingga memicu tingginya
                   angka kemiskinan pada masyarakat pesisir khususnya nelayan
                   tradisional;
             7.    Pasal 20 ayat (1) UU 27/2007 bertentangan dengan Pasal 33 ayat
                   (3) UUD 1945 karena mekanisme HP-3 mendorong komersialisasi
                   perairan pesisir karena konsep HP-3 dalam Undang-Undang ini
                   merupakan hak kebendaan yang mengakibatkan HP-3 dapat beralih,
                   dialihkan bahkan dapat dijadikan jaminan utang dan dibebani hak
                   tanggungan;
                   Bahwa dengan adanya HP-3, yang dapat dialihkan dan diagunkan
                   akan berakibat hilangnya kedaulatan efektif negara untuk mengelola
                   wilayah perairan dan pesisir untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat;



                       Pemaknaan Hak Menguasai Negara Oleh Mahkamah Konstitusi  383
   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419