Page 415 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 415

8.   Pasal 60 ayat (1) huruf b UU 27/2007 bertentangan dengan Pasal 28A
                 UUD 1945 karena kata “kompensasi” ini lebih mengarah pada strategi
                 pengusiran masyarakat lokal agar wilayahnya bisa dimanfaatkan untuk
                 HP-3;


            c.   Petitum
                 i.    Menyatakan Pasal 1 angka 18, Pasal 16, Pasal 17, Pasal
                       18, Pasal 19, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23 ayat (4)
                       dan ayat (5), Pasal 50, Pasal 51, Pasal 60 ayat (1), Pasal 71
                       serta Pasal 75 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007
                       tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil
                       (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84,
                       Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739)
                       bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik
                       Indonesia Tahun 1945;
                 ii.   Menyatakan Pasal 1 angka 18, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18,
                       Pasal 19, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23 ayat (4) dan
                       ayat (5), Pasal 50, Pasal 51, Pasal 60 ayat (1), Pasal 71 serta
                       Pasal 75 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang
                       Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil (Lembaran
                       Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan
                       Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739) tidak
                       mempunyai kekuatan mengikat.


                       Implikasi hukum terkait dengan putusan ini adalah dilihat dari
                 berlakunya UU No 27 Tahun 2007 ini. Mengingat bahwa H-P3
                 merupakan poko dari Undang-undang ini yang otomatis membuat
                 pengaturan lain dalam undang-undang a quo tidak dapat digunakan
                 atau hanya peraturan normatif saja tanpa bisa diimplementasikan.
                       Lebih lanjut lagi, MK juga menegaskan mengenai pendefinisisan
                 secara konsisten dengan melihat putusan MK sebelumnya. Dan
                 putusan MK ini mejadi dasar pertimbangan pula dalam perubahan
                 UU NO. 27 tahun 2007 menjadi UU No 1 Tahun 2014 dengan
                 mengganti penggunaan hak kebendaan menjadi izin dan konsensi.








            384      Hubungan Keagrariaan
   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419   420