Page 485 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 485

John Rawl, dimana di dalam UUPA terdapat asas perlindungan bagi
            golongan warga negara yang lemah terhadap sesama warga negara yang
            kuat kedudukan ekonominya, yang tercantum di dalam pasal 11. Asas ini
            merupakan bentuk positive discrimination, dimana dalam peraturan ini,
            diatur hal yang bersifat diskriminatif yang dilakukan untuk tercapainya
            keadilan dan kesetaraan.
                 Kesamaan dimuka hukum tidak banyak gunanya selama perbedaan
            dalam tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi masih cukup lebar dalam
            kehidupan masyarakat. Itulah sebabnya, mengapa setiap kebijakan yang
            dilakukan oleh negara yang rnenyangkut kepentingan yang kuat dan yang
            lemah harus menguntungkan posisi yang lemah, agar dengan demikian
            jurang perbedaan sosial ekonomi tidak semakin melebar. 44
                 Menilik dari peraturan yang ada di dalam konstitusi dan UUPA yang
            memuat adanya ketentuan yang sifatnya affirmatif, tentu dapat dikatakan
            bahwa permenag nomor 5 tahun 1999 bertentangan dengan kedua
            aturan yang di atasnya tersebut, karena dengan adanya permenag tersebut
            menimbulkan praktek dimana masyarakat adat sering dikorbankan oleh
            Negara demi kepentingan ekonomi. Padahal, jelas diatur dalam konstitusi
            dan UUPA bahwa tindakan diskriminasi boleh dilakukan untuk membantu
            orang yang berada pada golongan sosial dan ekonomi yang lemah agar dapat
            setara dengan golongan yang kuat, tetapi permenag ini justru bertindak
            sebaliknya.

                 Peraturan dapat dibuat dalam bentuk piramid, dari peraturan yang
            rendah sampai yang tingkatnya lebih tinggi. Ketika peraturan-peratruan
            berkonflik, peraturan yang lebih tinggi mengontrol peraturan yang lebih
            rendah , sehingga peraturan yang lebih tinggi memiliki tingkat validitas
                   45
            yang lebih kuat.






                 44 Achmad Sodiki mengutip John Rawls dalam uraian ini, lihat Achmad Sodiki, “Hukum
            Progresif untuk Mewujudkan Keadilan Substantif dalam Bingkai Nilai-Nilai Pancasila”, disampaikan
            pada acara Sarasehan, Nasional 2011 Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Menegakkan
            Konstitusionalitas Indonesia yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah
            Mada (PSP UGM), kerjasama antara Mahkamah Konstitusi dengan  Universitas Gadjah Mada, di
            Yogyakarta 2-3 Mei 2011
                 45 Lawrence M. Friedman, 2009, Sistem Hukum (Perspektif Ilmu Sosial), terjemahan dari
            The Legal System, A social Science Perspective, diterjemahkan oleh M. Khozim, Nusa Media,
            Bandung, hlm 52


            454      Hubungan Keagrariaan
   480   481   482   483   484   485   486   487   488   489   490