Page 490 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 490

a.    Hak milik
                   Hak milik atas tanah adalah hak untuk memperlakukan suatu benda
             (tanah) sebagai kepunyaan sendiri dengan beberapa pembatasan. Hak untuk
             memperlakukan sebagai kepunyaannya itu meliputi hak untuk memperoleh
             hasil sepenuhnya dari tanah dan pula hak untuk mempergunakan tanah
             itu seolah-olah pemegang hak itu pemiliknya, yang berarti ia boleh
                                                                               49
             menjual, menggadaikan, atau menghibahkan tanah itu kepada orang lain.
             Adapun pembatasan-pembatasan tersebut berkaitan dengan tidak boleh
             bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang ada, baik yang
             bersifat nasional maupun ketentuan hukum adat dan kewajiban untuk
             menghormati kepentingan orang lain.


             b.    Hak memungut hasil tanah
                   Makna dari hak ini adalah hak menikmati hasil, hak menggarap,
             atau hak pakai. Hak ini merupakan hak yang dapat diperoleh oleh warga
             persekutuan hukum sendiri maupun orang luar untuk mengolah sebidang
             tanah selama satu atau beberapa kali panen.
                   Bagi warga persekutuan hukum dimungkinkan untuk mengembangkan
             hak ini menjadi hak milik, sehingga ia diperkenankan mengolah tanah
             selama beberapa kali berturut-turut, tanpa diselingi hak wenang pilih. 50


             c.    Hak wenang pilih atau hak pilih lebih dahulu
                   Hak wenang pilih terbagi dalam 3 bentuk:

             1.     Hak yang diperoleh seseorang, lebih utama dari yang lain,untuk
                   mengolah sebidang tanah yang telah dipilihnya.
             2.     Hak pengolahan yang diperoleh seseorang pemilik tanah pertanian
                   atas belukar yang berbatasan dengan tanahnya
             3.     Hak yang diperoleh pengolah tanah,lebih utama dari yang lain,untuk
                   mengerjakan sawah/ladangnya yang berangsur-angsur membelukar
                   kembali setelah panen. 51

             d.    Hak wenang beli



                   49 Bambang Eko Supriyadi, Op Cit, hlm. 30
                   50 Ibid, hlm. 35
                   51 Ibid, hlm. 35


                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  459
   485   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495