Page 494 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 494

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-
             Ketentuan Pokok Kehutanan tidak mencabut Boschordonantie. Di dalam
             pasal 21 undang-undang kehutanan ini berbunyi sebagai berikut: “Sambil
             menunggu keluarnya peraturan peraturan pelaksanaan daripada Undang-
             undang ini, segala peraturan dan perundang-undangan di bidang Kehutanan
             yang telah ada sebelumnya, tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan
             jiwa Undang-undang ini serta diberi tafsiran sesuai dengan itu.” Di dalam
             paparan pasal tersebut, maka secara eksplisit dikatakan bahwa peraturan
             yang ada sebelumnya mengenai kehutanan masih berlaku, yang artinya ini
             juga berlaku untuk Boschordonantie.
                   Memang di dalam pasal tersebut terdapat frasa sepanjang tidak
             bertentangan dengan jiwa undang-undang ini, tetapi pada kenyataannya
             domein verklaring tetap berlaku, meskipun dengan konsep yang berbeda,
             karena pada zaman kolonial, negara sebagai dominum (pemilik tanah),
             sedangkan setelah adanya UUPA, negara memiliki hak menguasai. Dalam
             hal ini yang berbeda hanya konsep kewenangan dari negara, tetapi substansi
             dari domein verklaring dimana seseorang yang tidak dapat membuktikan
             kepemilikan tanahnya, maka tanah tersebut akan dimiliki negara, yang
             kemudian frasa dimiliki menjadi dikuasai.
                   Praktek ini dapat terlihat sejak pada zaman pemerintahan Orde
             Baru yang secara sengaja membiarkan tumbuh dan berkembangnya sektor
             kehutanan meskipun harus melanggar hak-hak masyarakat yang tanah-
             tanahnya ditetapkan secara sepihak sebagai kawasan hutan negara, termasuk
             melanggar peraturan perundangan yang sah masih berlaku seperti UUPA.
                                                                               55
             Pada zaman orde baru, UUPA dikesampingkan dalam praktek kehutanan,
             dengan alasan hal-hal yang berkaitan dengan hutan menggunakan undang-
             undang kehutanan. Padahal di dalam undang-undang kehutanan, tidak
             ada satu pasal pun yang menetapkan bahwa UUPA tidak berlaku dalam
             kawasan hutan, dan kondisi semacam ini masih berlaku hingga zaman
             setelah reformasi. Hal inilah yang kemudian memicu banyak konflik di
             sektor kehutanan.

                   Boschordonantie baru dihapus oleh Undang-Undang nomor 41 tahun
             1999 tentang Kehutanan, yang tertera di dalam pasal 83, yang berbunyi
             sebagai berikut:




                   55 Ibid


                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  463
   489   490   491   492   493   494   495   496   497   498   499