Page 495 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 495

Pada saat mulai berlakunya undang-undang ini maka dinyatakan
            tidak berlaku:

            1.    Boschordonnantie Java en Madoera 1927, Staatsblad Tahun 1927
                 Nomor 221, sebagaimana telah diubah dengan Staatsblad Tahun
                 1931 Nomor 168, terakhir diubah dengan Staatsblad Tahun 1934
                 Nomor 63
            2.   Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan
                 Pokok Kehutanan (Lembaran Negara Tahun 1967 Nomor 8,
                 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2823).

                 Pada penelitian ini konsep hak penguasaan hutan adat akan dibagi
            menjadi dua pembahasan, yaitu konsep hak penguasaan hutan adat
            berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan
            dan konsep hak penguasaan hutan adat pasca Putusan Mahkamah
            Konstitusi yang memutuskan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor
            41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

            a.   Konsep dan Bentuk Perlindungan Hak Penguasaan Hutan Adat
                 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang
                 Kehutanan
                 UUPA memuat istilah masyarakat hukum adat, hak ulayat, dan
            hukum adat, namun tidak secara jelas mendefinisikan pengertian dari
            masing-masing istilah tersebut. Demikian juga, jenis-jenis hak atas tanah
            dan sumber daya alam lainnya menurut pasal 16 (1) dan (2) dalam
            UUPA tidak meliputi hak ulayat maupun jenis hak atas tanah dan sumber
            daya alam lainnya yang dimiliki masyarakat hukum adat. Pengakuan
            keberadaan hak-hak masyarakat hukum adat pada tanah dan sumber daya
            alam juga menghadapi persoalan ketika akan dilakukan di kawasan yang
            dikenal sebagai kawasan hutan. Banyak kelompok masyarakat hukum
            adat selama ini bermukim di kawasan hutan, jauh sebelum penunjukan
            dan/atau pengukuhan wilayah tersebut sebagai kawasan hutan pada masa
            pemerintahan kolonial Belanda dan berlanjut selama ditetapkannya rezim
            pengaturan kehutanan nasional setelah disahkannya Undang-undang Pokok
            Kehutanan Nomor 5 Tahun 1967.   56



                 56 Kertas Posisi, Op Cit, hlm. 6


            464      Hubungan Keagrariaan
   490   491   492   493   494   495   496   497   498   499   500