Page 491 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 491

Hak wenang beli ialah hak seseorang, lebih utama daripada yang lain,
            untuk mendapat kesempatan membeli tanah (juga empang) tetangganya
            dengan harga yang sama. Di berbagai lingkungan hukum, hak wenang itu
            diberikan kepada :

            1.    pemilik tanah atas bidang tanah yang berbatasan dengan tanah
                 miliknya (sempadan) ;
            2.    anggota-anggota sekerabat (parental, matrilineal,patrilineal) dari si
                 pemilik tanah ;
            3.     para warga sedesa. 52


            e.   Hak pejabat adat
                 Hak imbalan jabatan ialah hak seorang pamong Desa atas tanah
            jabatan yang ditujukan untuknya dan yang berarti bahwa ia boleh
            menikmati hasil dari tanah itu selama ia memegang jabatannya.
                 Maksud pemberian hak itu ialah untuk menjamin penghasilan
            para pejabat tersebut. Isi hak itu ialah : pejabat yang bersangkutan boleh
            mengerjakan tanah jabatan itu atau menyewakannya  kepada orang lain,
            tetapi tidak boleh menjual atau menggadaikannya. 53

                 Merujuk dari penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
            konsep hak penguasaan atas tanah oleh masyarakat adat pada dasarnya
            terbagi atas dua bentuk hak penguasaan, yaitu hak ulayat dan hak
            perorangan. Di dalam hak ulayat itu sendiri terdapat hak milik kolektif,
            komunal, dan privat. Hubungan hak ulayat dengan hak perseorangan selalu
            bertolak belakang, hal ini dikarenakan semakin kuat hak perseorangan atas
            tanah, maka semakin lemah kekuatan berlaku hak ulayat.


            2.   Konsep dan Bentuk Perlindungan Hak Penguasaan Hutan Adat
                 Menurut Peraturan Perundang-Undangan

                 Penguasaan hak atas tanah oleh masyarakat adat merupakan bagian
            dari hak asasi masyarakat adat. Hal ini diakui tidak hanya di tingkat
            nasional, tetapi juga secara internasional, seperti yang diatur di dalam pasal
            17 ayat (1) The Universal Declaration of Human Rights yang berbunyi
            sebagai berikut: “Everyone has the right to own property alone as well as in


                 52 Ibid, hlm. 37
                 53 Ibid, hlm. 36


            460      Hubungan Keagrariaan
   486   487   488   489   490   491   492   493   494   495   496