Page 498 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 498

Meskipun, di dalam pasal 67 ayat (1) UU Kehutanan, negara
             memberikan hak kepada masyarakat hukum adat sepanjang menurut
             kenyataannya masih ada dan diakui keberadaannya berupa:


             a.    melakukan pemungutan hasil hutan untuk pemenuhan kebutuhan
                   hidup sehari-hari masyarakat adat yang bersangkutan;
             b.    melakukan kegiatan pengelolaan hutan berdasarkan hukum adat yang
                   berlaku dan tidak bertentangan dengan undang-undang; dan
             c.    mendapatkan pemberdayaan dalam rangka meningkatkan
                   kesejahteraannya.

                   Namun di dalam ayat (2) pada pasal yang sama diatur bahwa
             pengukuhan keberadaan dan hapusnya masyarakat hukum adat
             sebagaimana dimaksud (1) ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Adanya
             syarat masyarakat adat dapat dikukuhkan keberadaannya dalam Perda inilah
             yang melemahkan masyarakat adat, karena hanya sedikit Perda yang sudah
             dibuat untuk melaksanakan ketentuan pasal ini.
                   Apabila masyarakat adat belum dikukuhkan keberadaannya, maka
             berimplikasi pula pada belum dikukuhkannya wilayah adatnya, yang
             tentu saja dapat mengancam hak penguasaan masyarakat adat atas
             wilayah adatnya jika pemerintah daerah tidak memiliki iktikad baik untuk
             memberikan perlindungan.
                   Peraturan UU Kehutanan yang memberikan kewenangan kepada
             pemerintah untuk menjadikan suatu wilayah hanya dengan melalui
             penunjukan merupakan bentuk tindakan yang otoriter. Terlebih lagi
             masyarakat adat sebagai pemilik dari hutan adat dapat diakui keberadaannya
             secara formal jika sudah diatur di dalam peraturan daerah. Hal ini
             memungkinkan negara memberikan hak-hak di atas tanah hak ulayat
             kepada subyek hukum tertentu tanpa memperoleh persetujuan masyarakat
             hukum adat dan tanpa memiliki kewajiban hukum untuk membayar
             kompensasi kepada masyarakat hukum adat yang mempunyai hak ulayat
             atas tanah tersebut.
                   Dari penjabaran di atas, maka dapat disimpulkan bahwa adanya UU
             Kehutanan belum dapat memberikan posisi yang kuat bagi masyarakat
             adat dalam pemenuhan hak penguasaan atas hutan adat. Sehingga,
             meskipun Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan telah





                Pengakuan dan Perlindungan Hak Atas Tanah Masyarakat Hukum Adat...  467
   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503