Page 682 - Asas-asas Keagrariaan: Merunut Kembali Riwayat Kelembagaan Agraria, Dasar Keilmuan Agraria dan Asas Hubungan Keagrariaan di Indonesia
P. 682
BAB VI
KERANGKA STATE OF THE
ART ILMU AGRARIA
A. menuju Filsafat keilmuan Agraria
Di atas kertas, sesungguhnya ada dua jalur yang bisa ditempuh untuk
merumuskan bangun keilmuan atau bangunan filsafat dari kajian agraria.
Pertama, dengan melihat dan menelisik para pemikir yang menggeluti dan
bersinggungan dengan disiplin ini, yang telah bertarung, bekerja, meneliti,
merumuskan, serta merefleksikan bidang kajiannya selama sekian lama,
dimana hasil kerja mereka tadi distrukturasi kembali dan diekstrasikan
aspek–aspek landasan filosofisnya ke dalam sebuah rumusan gagasan filsafat
yang baku dan eksplisit. Hal ini mengandaikan bahwa para pemikir agraria
Indonesia tersebut telah menghadapi pertanyaan yang sama seperti diajukan
dalam pertanyaan penelitian ini.
Jalur yang kedua adalah dengan melakukan refleksi langsung atas
berbagai sumber primer kajian agraria Indonesia yang telah terbit, untuk
direfleksikan di tingkat keilmuan. Dengan alur berpikir seperti itu, para
pemikir tersebut sesungguhnya secara langsung maupun tidak langsung
diposisikan sebagai telah melakukan akumulasi keilmuan dari generasi ke
generasi dan selanjutnya untuk menguji teori dan solusi praktis maupun
kajian akademis–ilmiahnya bagi kemakmuran yang dicita–citakan.
Dalam arti itu warisan keilmuan akumulatif yang merentang di depan
kita merupakan sesuatu rumusan yang cukup tahan uji dan menghadapi
jatuh–bangun dalam riuh–rendah konstelasi diskursus keilmuan,
pertarungannya di level kebijakan, benturan dalam realitas kehidupan
651

