Page 322 - Keistimewaan Yogyakarta yang Diingat dan yang Dilupakan
P. 322

Lampiran

               merdeka.
                   Dari pernikahannya di tahun 1966, beliau dikaruniai 3 or-
               ang putra. Di tahun 2003 ia diangkat menjadi Wakil Gubernur
               Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2003—2008, mendampingi
               Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X. Akibat ‘kekisruhan’
               posisi Yogyakarta yang banyak diperdebatkan oleh berbagai
               pihak, khususnya tentang keistimewaan Yogyakarta, posisi wakil
               gubernur saat ini seperti halnya dengan posisi jabatan gubernur,
               Statusnya diperpanjang 3 tahun oleh Presiden Republik Indone-
               sia. Artinya gagasan tentang keistimewaan Yogyakarta yang
               digugat banyak pihak telah menempatkan posisi gubernur dan
               wakilnya tidak jelas sampai terbentuknya RUUK DIY secara per-
               manen. Dalam UU otonomi daerah, gubernur dan wakil gubernur
               dipilih oleh rakyat dan menjabat maksimal dua priode, semen-
               tara UU No. 3 1950 yang secara tegas menempatkan keistime-
               waan Yogyakarta tidak secara ekplisit menjelaskan posisi tetap
               jabatan gubernur, tidak juga menempatkan jabatan gubernur
               wakil gubernur seumur hidup. Oleh karena seiring arus refor-
               masi, gugatan banyak pihak tentang sistem kekuasaan kerajaan
               dianggap bertentangan dengan semangat demokrasi. Oleh karena
               itu pertimbangan sejarah dan akademis mecoba untuk mencari
               jalan ke luar kekisruhan situasi tersebut.
























                                                                  299
   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326   327