Page 321 - Keistimewaan Yogyakarta yang Diingat dan yang Dilupakan
P. 321

Keistimewan Yogyakarta
            menjabat Wakil Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta. Jabatan
            yang secara politis sangat simbolis. Akan tetapi karena posisi HB
            IX yang lebih sering mengabdi pada tingkat pusat (Jakarta) maka
            gubernur DIY selalu dijalankan oleh PA VIII. Pada posisi inilah PA
            VIII berindak sebagai kepala pemerintah daerah berhasil meng-
            gagas sekaligus menjalankan pemilihan umum pertama di Indo-
            nesia pada tahun 1951 untuk membentuk lembaga Dewan Per-
            wakilan Daerah. Ia juga menjadi ketua pemilihan umum 1955,
            dan pemilihan umum 1957 untuk membentuk lembaga dewan
            pada tingkat provinsi dan kabupaten kota. Setidaknya apa yang
            dilakukan oleh PA VIII dalam membangun demokrasi di Yogya-
            karta dengan nuansa monarki telah berhasil, jika ukurannya
            adalah partisipasi publik dalam ranah pembangunan pemerin-
            tahan. Beberapa tahun sebelumnya, HB IX juga bersama PA VIII
            telah melakukan uji coba membangun lembaga yang sama pada
            tingkat desa. Sekalipun berhasil, namun pada praktiknya jauh
            dari peran partisipasi publik, sehingga kemudian dianggap gagal.
                Paku Alam VIII secara resmi menjabat Pejabat Gubernur
            DIY yang bertindak sebagai Dewan Pemerintahan Daerah Yogya-
            karta sejak HB IX menjabat tugas-tugas kenegaraan di Jakarta,
            baik sebagai menteri, wakil perdana menteri, dan wakil presiden
            masa Orde Baru. Selama itu pula, PA VIII berhasil membangun
            pemerintahan pada level bawah secara ‘demokratis’, di antaranya
            menggagas pemilihan umum anggota dewan tingkat provinsi
            pertama di Indonesia.
                Setelah HB IX mangkat pada tahun 1988, Paku Alam VIII
            menggantikan mendiang menjadi Gubernur Daerah Istimewa
            Yogyakarta ‘seumur hidup’, karena sejak menggantikan HB IX,
            ia tidak pernah digantikan sampai ia wafat pada tahun 1998.


                PA IX: KGPAA Paku Alam IX, lahir dengan nama BRMH
            Ambarkusumo, di Yogyakarta pada 7 Mei 1938. Ibundanya ber-
            nama KBRAy Purnamaningrum. Pada 26 Mei 1999 KPH Ambar-
            kusumo ditahtakan sebagai KGPAA Paku Alam IX menggantikan
            mendiang ayahnya Paku Alam VIII. Beliau adalah pangeran
            pertama dari Paku Alaman yang ditnobatkan setelah Indonesia

            298
   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325   326