Page 166 - Mozaik Rupa Agraria
P. 166
Masih Kecil Sudah Terkucil,
Hidup pun Terancam Redup
1
Kus Sri Antoro
Anak-anak Parangtritis bertahan dari dampak penggusuran dan bisnis
hiburan sarat mirasantika (minuman keras dan narkotika), ada yang
putus sekolah karena kekerasan dan rasa malu, ada yang meneruskan
hidup dengan trauma panjang dalam diam, ada yang aktif merokok dan
mengonsumsi miras.
Catatan: para narasumber yang namanya dicetak tebal menghendaki
identitasnya disamarkan namun informasinya disampaikan utuh, penerbitan
artikel ini sudah melalui pemeriksaan dan persetujuan para narasumber
tersebut.
Legenda pers Indonesia, Fuad Muhammad Syafruddin (Udin),
pernah menulis Isak Tangis Warnai Pengosongan Parangtritis
ketika Orde Baru berkuasa. Akibatnya, pada usia 32 tahun Udin
diabadikan karena warta. Di Parangtritis, apa yang ditulis Udin
menjadi sejarah penggusuran berulang-ulang, bertahun-tahun
kemudian.
Parangtritis salah satu primadona wisata di Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY). Tak hanya wisata pantai, namun juga ziarah
1 Versi awal tulisan ini diterbitkan dalam www.selamatkanbumi.com, diterbitkan ulang untuk
tujuan pendidikan, utamanya isu Hak Anak atas Agraria, Marjinalisasi Perempuan, dan
Agraria Pesisir yang dominan non pertanian.