Page 167 - Potret Perjuangan Bapak Hukum Agraria Prof. Boedi Harsono
P. 167
Oloan Sitorus & Taufik N. Huda
rakyat tani, dalam rangka masyarakat yang adil dan makmur”. Sebagai
hukum yang memang sejak awal ditujukan sebagai sarana peru-
bahan masyarakat yang timpang penguasaan dan pemilikan
tanahnya menuju penguasaan pemilikan yang adil dan sejahtera,
implementasi UUPA di dalam praktik penyelenggaraan pemerin-
tahan membutuhkan komitmen jajaran birokrasi agraria/perta-
nahan untuk melaksanakan UUPA secara konsisten, namun tetap
memiliki sensitivitas terhadap kondisi sosial-ekonomi-budaya
bahwa jajaran birokrasi keagrariaan/pertanahan adalah birokrasi
yang bertanggungjawab mewujudkan keadilan sosial di bidang
keagrariaan/pertanahan.
Dengan perkataan lain, sebagai sumberdaya manusia yang
sejak awal ditujukan untuk mewujudkan keadilan sosial dan
kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan keagrariaan/per-
tanahan, jajaran birokrasi pertanahan harus mengubah paradigma
pengabdiannya, sehingga bukan merupakan pelaksana adminis-
trasi pertanahan an sich, melainkan pengelola pertanahan/keag-
rariaan pewujud keadilan dan kesejahteraan rakyat. Perubahan
sikap mental ini penting dibangun secara total dan sistematis. Oleh
3 Perhatikan Maria S.W. Sumardjono, Kebijakan Pertanahan antara Regulasi
dan Implementasi, Cetakan Pertama, Penerbit Kompas, Jakarta, 2001, hlm. 69,
yang menyatakan Maria S.W. Sumardjono menawarkan solusi terhadap upaya
melakukan perubahan sikap mental ini dengan menyarankan perlunya SDM
Pertanahan yang memadukan kemampuan nalar dengan hati nurani. Dengan paduan
tersebut akan tercapai 4 (empat) persyaratan SDM berkualitas, yakni Compre-
hension, yang berarti pemahaman tentang peraturan perundang-undangan, baik
yang tersurat maupun yang tersirat; Competence, yang berarti bahwa SDM tersebut
mempunyai kewenangan untuk bertindak; Courage, yakni keberanian untuk
bertindak konsekuen dengan pemahamannya dan sesuai dengan kewenangannya;
Compassion, artinya tindakan itu dilandasi dengan empati yakni kepedulian terhadap
nasib orang lain.
154

