Page 46 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 46

a.  Landasan, asas, dan tujuan pembangunan ketenagakerjaan.
              b.  Kesempatan dan perlakuan yang sama atau larangan diskriminasi
                  dalam pekerjaan.
              c.  Perencanaan  tenaga  kerja sebagai dasar penyusunan kebijakan/
                  strategi dan program pembangunan ketenagakerjaan.

              d.  Pelatihan kerja yang diarahkan untuk meningkatkan dan mengem­
                  bangkan keterampilan serta keahlian tenaga kerja guna mening­
                  katkan produktivitas kerja maupun produktivitas perusahaan.

              e.  Pelayanan penempatan tenaga kerja dalam rangka pendayagunaan
                  tenaga  kerja  secara  optimal maupun  penempatan  tenaga  kerja
                  pada  pekerjaan yang  tepat  tanpa  diskriminasi  sesuai dengan
                  kodrat, harkat, dan martabat kemanusiaan.
              f.   Penggunaan tenaga kerja asing.
              g.  Ketentuan hubungan  kerja dan pembinaan hubungan industrial
                  sesuai dengan nilai­nilai Pancasila yang diarahkan untuk menum­
                  buhkan serta mengembangkan hubungan yang harmonis di antara
                  para pelaku proses produksi.
              h.  Pembinaan kelembagaan dan sarana hubungan industrial, termasuk
                  peraturan perusahaan, lembaga kerja sama bipartit, serikat pekerja/
                  buruh,  organisasi  pengusaha,  perjanjian  kerja  bersama,  lembaga
                  kerja  sama tripartit,  penyuluhan  dan  pemasyarakatan  hubungan
                  industrial, serta lembaga penyelesaian perselisihan industrial.
              i.   Perlindungan  tenaga  kerja,  termasuk perlindungan atas  hak­hak
                  dasar pekerja/buruh untuk berorganisasi dan berunding dengan
                  pengusaha, perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, perlin­
                  dungan khusus tenaga kerja perempuan, orang muda, penyandang
                  cacat, serta perlindungan upah maupun jaminan sosial.
              j.   Pengawasan ketenagakerjaan agar peraturan perundang­undangan
                  di bidang ketenagakerjaan benar­benar dilaksanakan sebagaimana
                  mestinya. 40


              40  Payaman J. Simajuntak, 2003, Undang-Undang yang Baru tentang Ketenagakerjaan,
                 Jakarta, Kantor Perburuhan Internasional, hlm. 11–12.




              22   Hukum Ketenagakerjaan
   41   42   43   44   45   46   47   48