Page 43 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 43

miliki  hak mogok maupun  hak jaminan sosial.  Adapun  Pasal 1
                                                                   36
                         undang­undang  ini mengatur  pengertian  “tenaga  kerja”  dengan
                       menyatakan,
                           “Tenaga  kerja  adalah  tiap  orang  yang  mampu  melakukan
                           pekerja an baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna
                           menghasilkan barang atau jasa untuk  memenuhi kebutuhan
                           masyarakat.”

                       Sementara itu, definisi “tenaga kerja” dalam Pasal 1 angka 2 UU No.
                       13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan berbunyi,
                           “Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pe-
                           kerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk
                           memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.”

                       Dahulu, UU No. 14 Tahun 1969 tidak mengatur mengenai PKWT  dan
                                                                               37
                       outsourcing. Meskipun konsep outsourcing pada undang­undang ini
                       masih belum diatur, keberadaan undang­undang ini merupakan
                       landasan penting serta cikal bakal lahirnya UU No. 13 Tahun 2003.

                   2)  UU No. 25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan
                       Pada  akhir  masa  pemerintahan  Soeharto,  UU  No.  25  Tahun  1997
                       tentang Ketenagakerjaan diundangkan. Undang­undang ini dimak­
                       sudkan untuk menjadi pengganti UU No. 22 Tahun 1957 tentang
                       Penyelesaian Perselisihan Perburuhan dan UU No. 12 Tahun 1964
                       tentang Pemutusan Hubungan Kerja di Perusahaan Swasta. UU No.
                       25 Tahun 1997 disahkan pada 11 September 1997 dan mulai diber­
                       lakukan pada 1 Oktober 1998.
                       Undang­undang ini mengatur mengenai Hubungan Industrial Pan­
                       casila (HIP) yang pada pokoknya dimaknai sebagai suatu sistem


                   36  UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja
                       merupakan undang-undang tentang tenaga kerja sebelum diubah menjadi UU No.13
                       Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
                   37  PKWT baru dimuat di dalam Permenaker No. 2 Tahun 1993. Pengertian PKWT dalam
                       pengaturan menteri ini adalah perjanjian kerja antara pekerja/buruh dan pengusaha
                       untuk mengadakan hubungan kerja dengan waktu tertentu atau pekerjaan tertentu.
                       Apabila  perjanjian  kerja waktu  tertentu  telah  berakhir jangka waktunya dan  tidak
                       diperpanjang, perjanjian akan berakhir dengan sendirinya.



                              Bab 1 Pengertian, Sejarah, dan Sumber Hukum Ketenagakerjaan  19
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48