Page 38 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 38

b.  Pengaturan Hukum Ketenagakerjaan Pascakemerdekaan
              Peraturan  perundang­undangan  yang pertama  mengenai hukum
              ketenagakerjaan dikeluarkan pada tahun 1947, yaitu UU No. 33 Tahun
              1947 tentang Pembayaran Ganti Kerugian Para Buruh yang Mendapat
              Kecelakaan  Berhubung  dengan  Hubungan  Kerja.  Undang­undang
              tersebut ditetapkan pada 18 Oktober 1947 dan dinyatakan berlaku sejak
              tanggal 21 Juli 1947. Selanjutnya, pemerintah mengeluarkan UU No. 12
              Tahun 1948 tentang Undang­Undang Kerja pada tanggal 20 April 1948
              guna melindungi dan memberi jaminan sosial  pada  pekerja/buruh.
              Peraturan tersebut memberikan hak kepada pemerintah untuk campur
              tangan dalam pelaksanaan hubungan perburuhan melalui UU No. 23
              Tahun 1948 tentang  Pengawasan  Perburuhan.  Campur tangan  yang
              dibenarkan dalam undang­undang tersebut, antara lain memberikan
              wewenang  pada  pegawai  departemen  ketenagakerjaan  (Depnaker)
              untuk memperoleh keterangan dari pekerja/buruh dan serikat pekerja/
              buruh maupun pengusaha dan organisasinya.

                  Pada tanggal 20 Oktober 1950, Instruksi Menteri Perburuhan No.
              P.B.U.1022­45/U­4091 tentang Tata  Cara  Penyelesaian Perselisihan
              Perburuhan  dikeluarkan  agar  terdapat  kerja sama yang  baik antara
              aparat  di lingkungan Kementerian  Perburuhan.  Instruksi menteri
              perburuhan  tersebut membedakan antara  perselisihan  perburuhan
              yang bersifat perorangan dan perselisihan kolektif. Kantor­kantor dalam
              jajaran Kementerian Perburuhan yang bertugas untuk menyelesaikan
              perselisihan  perburuhan  melakukan penyelesaian secara  aktif yang
              bersifat perantara  (mediasi) atau  perdamaian  (konsiliasi). Kemudian,
              para  pihak yang berselisih  dengan  persetujuan tertulis dapat  pula
              melakukan penyelesaian perselisihan perburuhan secara arbitrase. 27

                  Pada tahun 1951, Peraturan Kekuasaan Militer Pusat No. 1 Tahun 1951
              yang mengatur tentang Tata Cara Penyelesaian Perselisihan Perburuhan

              27  Kementerian Tenaga Kerja  dan  Transmigrasi,  Perkembangan Ketenagakerjaan di
                 Indonesia,  hlm.  16-17, https://www.ilo.org/sites/default/files/wcmsp5/groups/
                 public/@asia/@ro-bangkok/@ilo-jakarta/documents/publication/wcms_157809.
                 pdf, diakses pada 7 Juni 2023.



              14   Hukum Ketenagakerjaan
   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43