Page 39 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 39

diterbitkan dengan membentuk sebuah panitia penyelesaian pertikaian
                   perburuhan (panitia penyelesaian). Panitia tersebut terdiri atas bebe­
                   rapa  instansi  terkait,  yaitu menteri perburuhan  sebagai ketua dan
                   menteri perhubungan,  menteri  perdagangan,  menteri perindustrian,
                   menteri keuangan, serta menteri pekerjaan umum yang masing­masing
                   berperan sebagai anggota. Peraturan Kekuasaan Militer No. 1 Tahun
                   1951 dikeluarkan  untuk  mengatasi keadaan  perburuhan  yang  pada
                   waktu itu dianggap sangat rawan serta membahayakan keamanan dan
                   ketertiban umum.
                       Pemerintah terus berusaha untuk lebih menyempurnakan tata cara
                   penyelesaian perselisihan perburuhan agar dapat menciptakan suasana
                   hubungan  perburuhan  yang  tenang  dan  harmonis  secara  maksimal
                   guna  mempercepat  langkah  pembangunan  bangsa  dan  negara.
                   Usaha itu dilakukan dengan diundangkannya  UU Drt. No.  16 Tahun
                   1951 tentang  Penyelesaian Perselisihan Perburuhan  yang mencabut
                   berlakunya Peraturan Kekuasaan Militer Pusat No. 1 Tahun 1951. Dalam
                   undang­undang  darurat  tersebut disebutkan dengan  jelas  adanya  3
                   (tiga)  lembaga  penyelesaian perselisihan perburuhan,  yaitu  pegawai,
                   juru/dewan pemisah, dan panitia daerah/panitia pusat.

                       Pada tahun  1956, pemerintah  Indonesia meratifikasi Konvensi
                   ILO No. 98 Tahun 1949 tentang Penerapan Azas­azas Hak untuk Ber­
                   organisasi dan Berunding Bersama (The Application of The Principles of
                   The Right to Organize and to Bargain Collectively) dengan UU No. 18
                   Tahun 1956. Hal itu terlihat dari jumlah keanggotaan serikat pekerja/
                   buruh yang meningkat tajam dan hampir tidak terhitung pada periode
                   1960­an. Meskipun demikian, peningkatan  jumlah  serikat pekerja/
                   buruh  dan  besarnya  peran  yang  bisa dimainkan tidak berpengaruh
                   signifikan terhadap  tingkat kesejahteraan  para  pekerja/buruh.  Pada
                   saat itu, terdapat  beberapa  peraturan  perundang­undangan  yang
                   dikeluarkan  pemerintah  tentang  ketenagakerjaan,  yakni  UU  No.  12
                   Tahun 1948 tentang Kerja dan UU No. 21 Tahun 1954 tentang Perjanjian
                   Perburuhan antara Serikat Buruh dan Majikan.





                              Bab 1 Pengertian, Sejarah, dan Sumber Hukum Ketenagakerjaan  15
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44