Page 34 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 34

B.  PENGERTIAN HUKUM KETENAGAKERJAAN

              Pasal 27 ayat  (2) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan  bahwa  tiap­tiap
              warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
              kemanusiaan serta melaksanakan pembangunan nasional. Dalam me­
              nindaklanjuti hal tersebut, pemerintah mengeluarkan hukum ketena­
              gakerjaan  yang  dipandang perlu  untuk  melaksanakan pembangun­
              an   nasional serta mewujudkan masyarakat  yang sejahtera,  adil, dan
                makmur.
                  Definisi hukum ketenagakerjaan yang dikemukakan oleh para ahli
              hukum terkesan berbeda­beda karena keluasan dan perbedaan sudut
                                                                      21
              pandang  masing­masing ahli. Menurut  Imam Soepomo,   hukum
              ketenagakerjaan  merupakan hukum tertulis atau  tidak tertulis yang
              berkenaan dengan suatu kejadian ketika seseorang bekerja pada orang
              lain dengan menerima upah. Jika dilihat dari UU No. 13 Tahun 2003
              tentang  Ketenagakerjaan,  ketenagakerjaan  adalah  segala  hal  yang
              berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dan
              sesudah masa kerja.


              C.  UPAYA PEMERINTAH DALAM MENGOPTIMALKAN
                  BONUS DEMOGRAFI DENGAN PROYEKSI PENCIP­

                  TA AN LAPANGAN KERJA

              Pemerintah telah menempuh berbagai upaya untuk mengoptimalkan
              bonus demografi yang berfokus pada penciptaan lapangan pekerjaan.
              Misalnya, upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia  melalui
              pelatihan dan pendidikan dalam mengakselarasi kompetensi  dan
              keterampilan masyarakat, khususnya yang berusia produktif. Di samping
              itu, penciptaan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan—
              selaras dengan keterampilan dan kompetensi  SDM—mempercepat
              pemberdayaan masyarakat usia produktif secara optimal. Jika ditinjau

              21  Iman Soepomo,  1990,  Hukum Perburuhan Bidang  Hubungan  Kerja,  Jakarta:  Karya
                 Unipress, hlm. 9.




              10   Hukum Ketenagakerjaan
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39