Page 37 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 37

peraturan  perundang­undangan mengenai perjanjian kerja bersama
                   (PKB) yang memperjanjikan syarat­syarat kerja, seperti upah dan kondisi
                   kerja. Peraturan tersebut diberlakukan pada tahun 1956 (International
                   Labor Organization Convention No. 98 Tahun 1949). Kemudian, ada juga
                   UU No. 22 Tahun 1957 tentang Penyelesaian Perselisihan Perburuhan
                   yang dimulai dengan perantaraan dari pemerintah dan diakhiri dengan
                   putusan  perselisihan perburuhan  yang  mengikat  serta  di dalamnya
                                              25
                   mengadopsi sistem tripartit.  Aturan ini lah yang kemudian menjadi
                   dasar lahirnya UU No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan
                   Hubungan Industrial (PHI).

                   a.  Kondisi Hukum Perburuhan dan Hubungan Kerja
                       Pascakemerdekaan

                   Pada akhir tahun 1950­an, politik di Indonesia memulai masa demokrasi
                   terpimpin, tepatnya sejak Dekrit Presiden tahun 5 Juli 1959. Arah politik
                   nasional saat itu sangat berpengaruh  pada  kegiatan pekerja/buruh
                   yang lebih bersifat umum dan tidak lagi mengusahakan kepentingan
                   pekerja/buruh.
                       Selanjutnya,  pemerintah menganjurkan  pembentukan Orga ni sasi
                   Persatuan  Pekerja  Indonesia  (OPPI)  sebagai  wadah  untuk  memper­
                   satukan seluruh serikat pekerja/buruh  yang  ada pada  tahun  1960.
                   Sebagian  besar  serikat  pekerja/buruh  menyambut  baik  dan  setuju.
                   Namun, usaha pembuatan organisasi tersebut gagal karena ditentang
                   oleh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI). Di awal 1960­
                   an,  kondisi politik yang  berubah  pun  membawa  perbedaan  dalam

                   penanganan  ketenagakerjaan.  Meski kepemimpinan nasional masih
                   berada di tangan Presiden Soekarno, semangat peraturan tenaga kerja
                   mulai berubah.  Di era  ini, kebijakan  dibuat  untuk  membatasi gerak
                   politis dan ekonomis pekerja/buruh. 26

                   25  Ike Farida, 2017, op cit., hlm. 107.
                   26  Ike Farida, 2017, op cit., hlm. 108–112.






                              Bab 1 Pengertian, Sejarah, dan Sumber Hukum Ketenagakerjaan  13
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42