Page 42 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 42

dang­undangan ketenagakerjaan yang telah disusun dan diundangkan
              sepanjang era ini adalah sebagai berikut. 33
              1)  UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan­Ketentuan Pokok menge­
                  nai Tenaga Kerja.
              2)  UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

              3)  UU No. 2 Tahun 1971 tentang Kecelakaan Kerja.
              4)  UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jam­
                  sostek).
                  Kemudian, Dewan Penelitian Pengupahan Nasional dibentuk pada
                tahun 1971. Dewan Penelitian Pengupahan Nasional bertugas untuk
              memberi pertimbangan­pertimbangan kepada pemerintah tentang kebi­
              jakan pengupahan yang sebaiknya ditempuh, baik jangka pendek  maupun
              jangka panjang. Selain itu, Dewan Penelitian Pengupahan  Daerah juga di­
              bentuk untuk daerah­daerah yang memiliki banyak usaha industri.  Saat
                                                                         34
              memasuki masa Repelita II, cara pemerintah dalam menangani  sistem ke­
              tenagakerjaan secara perlahan mulai terlihat mengalami  perubahan.
                  Pada perkembangan selanjutnya, konsep ini melahirkan hubungan
              industrial yang kurang kondusif karena masih banyak permasalahan di
              bidang industrial yang terjadi dan menimbulkan perpecahan di kalangan
              pekerja/buruh sekaligus pengusaha. Tanpa adanya perbaikan pola
              hubungan industrial di antara kedua pihak tersebut, kesamaan persepsi
              dalam menyikapi masalah yang terjadi di antara mereka tidak akan
              pernah terjadi. 35

              b.  Pengaturan Perburuhan pada Era Orde Baru
              1)  UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok menge-
                  nai Tenaga Kerja
                  Pada tahun 1969, UU No. 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan­Keten­
                  tuan Pokok mengenai Tenaga Kerja dikeluarkan. Pada pokoknya,
                  undang­undang ini menjamin hak pekerja/buruh untuk berserikat,
                  mengadakan kesepakatan kolektif, menerima pesangon, dan me­

              33  Ibid, hlm. 72.
              34  Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, op cit, hlm. 20.
              35  Abdul Jalil, 2008, Teologi Buruh, Yogyakarta: LKIS, hlm. 247.


              18   Hukum Ketenagakerjaan
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47