Page 45 - Hukum Ketenagakerjaan
P. 45

tetap  diberlakukan  sesuai dengan  ketentuan.  Sebagai  akibat
                       dari  besarnya  pertentangan  terhadap  UU No. 25 Tahun 1997,
                       keberlakuan undang­undang ini pun pada akhirnya ditunda.
                       Kesimpulannya,  awal  pemerintahan  Orde  Baru  merupakan  masa
                       yang sangat berat  karena  pemerintah memiliki  beban untuk
                       menciptakan lapangan kerja demi menekan angka pengangguran
                       melalui  Proyek Padat Karya.  Jika dilihat dari konstitusi, usaha
                       pemerintah Orde Baru pada  saat itu telah sejalan dengan Pasal
                       27 ayat (2) dan Pasal 28D ayat (2) UUD NRI Tahun 1945,  yakni
                       pemenuhan hak atas pekerjaan bagi masyarakat dan pembayaran
                       imbalan yang layak bagi pekerja/buruh.
                   4.  Periode 1998–2021 (Reformasi)

                   Pada tahun 1997, Indonesia terkena dampak krisis ekonomi global.
                                                                                   39
                     Besarnya utang pihak swasta yang jatuh tempo dan tidak sanggup untuk
                   dibayar mengakibatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar turun  secara
                   drastis. Hal tersebut kemudian diikuti dengan banyaknya penutupan
                   perusahaan di Indonesia, terutama perusahaan yang berorientasi pada
                   bidang ekspor dan impor. Dengan adanya kondisi tersebut, pemerin­
                   tah mengeluarkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada
                   tanggal 25 Maret 2003 yang disahkan oleh Presiden Megawati Soekarno
                   Putri. Pemerintah memandang beberapa undang­undang di bidang ke­
                   tenagakerjaan sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan
                   pembangunan. Undang­undang ini pada dasarnya merupakan penyem­
                   purnaan dari UU No. 25 Tahun 1997 yang memiliki cakupan sangat luas.

                       Sama halnya dengan UU No. 25 Tahun 1997, UU No. 13 Tahun 2003
                   memuat isi dari 6 (enam) ordonansi dan 7 (tujuh) undang­undang yang
                   sebelumnya dicabut. UU No. 13 Tahun 2003 juga memuat mengenai
                   larangan diskriminasi, perencanaan, informasi ketenagakerjaan, pela­
                   tihan kerja,  dan  hubungan industrial. Berbeda  dengan UU No. 25
                   Tahun 1997, UU No. 13 Tahun 2003 tidak memuat ketentuan mengenai
                   hubungan industrial di sektor informal, tetapi memuat hal­hal berikut.


                   39  Mohammad Sadli,  2002,  Ekonomi  Indonesia  di Era Politik  Baru,  Jakarta:  Kompas
                       Media Nusantara, hlm. 35.



                              Bab 1 Pengertian, Sejarah, dan Sumber Hukum Ketenagakerjaan  21
   40   41   42   43   44   45   46   47   48