Page 9 - Jurnal Maxie-Machmud Djunaidy
P. 9

Maxie Djonny, Machmud Djunaidy. Efek Rekayasa Proses Bahan Baku Pada Penyulingan…   | 141



                               PENDAHULUAN                        jaringau yakni kadar minyak 2-9 % (Anonim,
                                                                  2009),  antara  lain  oleh  Sampelangi  (2011),
                        Tanaman  jeringau  (Acorus  calamus)      mengenai pengaruh temperatur air kondensat
                  adalah  salah  satu  jenis  tanaman  yang       subcooler.  Dari  variasi  temperatur  air
                  mengandung  minyak  atsiri  di  Indonesia.      kondensat  subcooler,  ditarik  kesimpulan
                  Bagian  dari  tanaman  jeringau  yang  banyak   Rendemen tertinggi pada T= 18°C (0,587%).
                  mengandung  minyak  atsiri  adalah  rimpang     Sihite(2009)  mengenai  karakteristik  minyak
                  (akar)  dengan  kadar  minyak  2-9%  (Anonim,   jeringau   kaitannya    terhadap    lama
                  2009).    Minyak    jeringau    dipasaran       penyulingan di peroleh hasil rendeman pada
                  Intemasional dikenal dengan nama Calamus        rimpang 0,230% dan pada batang 0,380%.
                  oil,  yang  penggunaannya  sangat  luas  mulai        Ada     beberapa     faktor   yang
                  dari  industri  kosmetik  (parfum,  sabun  dan   mempengaruhi  kualitas  minyak  jeringau,
                  sampo), farm as i, m akan an dan minuman,       antara  lain:  kualitas  bahan  baku,  waktu
                  rokok  serta  insektisida  (Anonim,  2009).     penyulingan,  dan  temperatur  air  kondensat,
                  Walaupun    demikian   kebutuhan   minyak       dan rekayasa proses pada perlakuan awal
                  jeringau  oleh  beberapa  perusahaan  farmasi         Fermentasi  merupakan  salah  satu
                  dan  aromatik  di  Indonesia  sampai  saat  ini   metode  rekayasa  proses  yang  dipilih  untuk
                  masih diimpor dari luar negeri.                 meningkatkan   perolehan   hasil   minyak
                        Perkembangan     minyak    jeringau       Jeringau. Prinsip dari rekayasa fermentasi ini
                  seperti minyak atsiri lain di Indonesia berjalan   di  tujukan  untuk  menghancurkan  jaringan
                  agak  lambat,  hal  ini  disebabkan  karena     rimpang jeringau. dengan cara memecahkan
                  adanya  beberapa  faktor  yang  menjadi         dinding  sel  rambut  kelenjar  dari  rimpang
                  masalah  yang  sangat  erat  kaitannya  satu    jeringau  dengan  menggunakan  enzim  yang
                  sama  lain.  Diantara  faktor  yang  menjadi    terdapat  dalam  mikroorganisme.  Hancurnya
                  masalah    adalah   rendahnya    produksi       dinding   sel   dan    rambut    kelenjar
                  tanaman, sifat usahatani,  mutu minyak  yang    mengakibatkan minyak jeringau terpisah dari
                  beragam,  penyediaan  produk  yang  tidak       rimpang  dan  dapat  diisolasi  lebih  mudah.
                  bermutu,   fluktuasi   harga,   pemasaran,      Untuk  lebih  memudahkan  mikroorganisme
                  persaingan   sesama    negara    produser       dalam  memecahkan  dinding  sel,  serat  lignin
                  (Anonim,  2009).  Salah  satu  upaya  untuk     pada   rimpang   harus   terlebih   dahulu
                  meningkatkan produktivitas dan mutu minyak      dihilangkan dengan metode delignifikasi.
                  jeringau  adalah  melalui  rekayasa  proses           Berdasarkan  latar  belakang  di  atas,
                  perlakuan awal.                                 maka untuk mendapatkan  rendamen minyak
                        Beberapa  penelitian  telah  dilakukan    yang    lebih   tinggi   dan   mengetahui
                  dalam  upaya  peningkatan  kualitas  dan        karekterisasi   minyak   jeringau,   proses
                  peningkatan   rendeman     minyak   yang        penyulingan  minyak  atsiri  dari  rimpang
                  dihasilkan  akan  tetapi  hasil  yang  di  peroleh   jeringau ini menggunakan tahapan fermentasi
                  masih belum maksimal telihat dari perolehan     rimpang  jeringau  dengan  menggunakan
                  rendeman  akhir  jika  dibandingkan  dengan     Rhizopus sp. dengan menetapkan temperatur
                  kadar  minyak  yang  terdapat  pada  rimpang    air kondensat pada 10°C.
   4   5   6   7   8   9   10   11   12