Page 417 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 417
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
lah, yang menjadi tokoh idolanya, bahkan hingga Ra Romzy di
kemudian hari belajar langsung dari beliau.
Berburu Barakah Kiai
Lora Romzi adalah salah satu santri kesayangan Mbah Ali. San-
tri dari Pulau Garam ini, berkali-kali diajak makan oleh Mbah
Ali. Hal yang hingga kini masih terngiang di benak Ra Romzy
adalah doa Kiai Ali saat dirinya berbincang dengan mantan Rais
Aam PBNU itu.
“Sampean tak dungakno dhadi kiai nggeh. Penakdhadi kiai iku,
kesel-kesel timpali santri mbok mijitno (sampean saya doakan
jadi kiai ya. Enak jadi kiai itu, capek-capek tinggal suruh santri
untuk mijitin),” kenang Ra Romzi sembari sedikit berkelakar,
menirukan Mbah Ali.
Doa itu pula yang buat Ra Romzy ingat pesan Ayahnya sebe-
lum wafat, ketika ia belum ditinggal abahnya, yang juga seorang
kiai, abahnya selalu mengingatkannya bahwa kalau ada kiai
yang alim, berusahalah agar dikenal. Barangkali setiap mendo-
akan santri-santrinya terlintas wajahmu. Pesan ini juga dipegang
kuat-kuat bak jimat. Sehingga sesuatu apapun dari kiai selalu
dianggapnya jimat yang dapat mendatangkan barokah.
Setelah tiga tahun menimba ilmu Mbah Ali, Krapyak, Yogya-
karta, di tahun 1986 Lora Romzi pulang ke kampung halaman-
nya. Di Tanah Madura, ia melanjutkan pendidikannya di per-
guruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STISA) Anuqoyah,
Guluk-guluk, Sumenep. Hari-hari kuliah berjalan sebagaimana
mahasiswa pada umumnya.
Di samping itu, tahun 1987 ia mulai bergelut dalam organisasi
Nahdlatul Ulama (NU). Semester satu, posisinya sebagai Sek-
| 403

