Page 419 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 419
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Penyebab penangguhan lamaran itu karena Lora Romzi diketa-
hui kuliah, sementara kemungkinan besar, menurut anggapan
Kiai Hasan orang kuliah jarang bisa membaca kitab. Demi
mendapatkan perempuan pujaan itu, maka Lora Romzi me-
menuhi permintaan calon mertuanya. Maka ia kemudian nyantri
di pesantren asuhan Mbah Moen–panggilan akbar Kiai Maemon
Zubaer.
Setelah itu di akhir tahun 1993, di usia 26 tahun Ra Romzi me-
nikah dengan Neng Nur Lathifah Wafi, putri kelima KH Hasan
Abdul Wafi dan Nyai Aisyah, salah seorang Pengasuh Pesantren
Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Nyai Aisyah, ibu mertua Lora
Romzi adalah putri dari Pendiri Pondok Pesantren Nurul Jadid,
Paiton Probolinggo, Jawa Timur, yakni KH Zaini Mun’im. Usai
menikah, Ra Romzy pindah ke Probolinggo ke Pesantren Nurul
Jadid.
Meski berpindah lokasi, Kiai Romzi tetap meneruskan peng-
abdiannya di NU dengan mengemban jabatan sebagai Wakil
RMI Jawa Timur selama dua periode sampai sekarang. Ta-
hun1997-2002 mengemban posisi Katib PCNU Kraksaan.
Kordinator Forum Komunikasi Ulama (Forkum) wilayah Jawa
Timur tahun 2006-2011, penasehat forum bahtsul masail antar
pondok pesantren se-Kabupaten Probolinggo tahun 2002-2009.
Komisi sumber daya masyarakat ahlit tharikahAl-Mutabaroh
An-Nahdliyah wilayah Jawa Timur tahun 2007-2011.
Sementara di internal Pesantren Nurul Jadid, Kiai Romzi
mengemban amanah sebagai Direktur Pusat Pengajaran Ilmu
Al-Quran di tahun 1996-1998. Dari tahun 1998-2000 menjadi
kepala diniyah. Kepala Biro kepesantrenan Pondok Pesantren
Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur tahun 2000-2008.
Anggota Dewan Pengarah Biro Pengembangan Pondok Pesant-
| 405

