Page 424 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 424

KH. Romzy Abdul Mannan |  Dari Tangannya Lahir 70 Karya Tulis


            sankan adalah kitab yang berjudul Tsamrotul Yani’ah fi Syarhih
            Mandzumatil al-Sya’iah Ala Akidati Ahli Sunnati Wal Jamaati
            (Meraih  Manisnya Imam  Melalui Ahlusunnah  Wal  Jama’ah).
            Hal ini karena setelah naskah kitab karangannya dikoreksi dua
            hari-dua malam tanpa istirahat oleh sang guru, Kiai Maemon
            Zubaer, ternyata tak terdapat kesalahan sedikit pun. Hampir tak
            percaya, maka sang guru meminta bantuan putranya, Gus Najib.
            Hasilnya sama.


            Berikutnya  kitab  karangan  Ra  Romzi  yang  istimewaberjudul
            Miftahu Al-Basr Fi Syarh Maziyyati Al-Dirar Ala Ilmi Al-Atsar
            (membahas masalah ilmu hadits) dilengkapi dengan syarahnya.
            Selesai  mengarang  kitab  ini,  Ra  Romzi  merasa  kurang  yakin
            dengan hasil karyanya sehingga membutuhkan seorang musah-
            hih untuk mengoreksi isinya. Maka atas bantuan seorang teman
            satu pondok dulu naskah kitab itu dikoreksi oleh Dr. Alwi bin
            Hamid bin Muhammad bin Syihabuddin, dosen hadis di Univer-
            sitas Hadramaut Tarim, Yaman.


            Setelah membaca kitab karangan Ra Romzi, Dr. Alwi menemu-
            kan  kesalahan  pada  peletakan  titik-koma.  Selebihnya  muncul
            rasa kagum atas kecerdasan pengarangnya. Kekaguman itu di-
            ungkap melalui pujian terhadap tanah tumpah-darah dimana Ra
            Romzi hidup. Musahhih itu memberi komentar bahwa di Indo-
            nesia terdapat seseorang yang tak kalah cerdas dengan warga
            Yaman.

            Tidak hanya produktif mengarang kitab, Ra Romzi juga ser-
            ing menulis di jurnal milik Institut Agama Islam Nurul Jadid
            (IAINJ), sekali di jurnal milik UINSA Surabaya. Di luar itu wa-
            cana-wacana kontemporer selalu ikut memantau. Sebab memba-
            ca buku baginya adalah kewajiban. Hal ini sedikit banyak mem-
            pengaruhi  pola  pikir  Ra  Romzi.  Misalnya  dalam  urusan  fiqh,


            | 410
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429