Page 421 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 421
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
kepada Mbah Maemon.
Seketika itu pula, Mbah Maimoen meminta Ra Romzy un-
tuk membuka mulut. “Sini. Mangap, cuhh (Mbah Maimoen
meludah ke mulut Ra Romzy). Barokallah. . Barokallah...” tu-
tur Kiai Romzi merinding menirukan peristiwa tak terduga itu.
Kemudian tangan lembut Mbah Maemon perlahan mengusap
ubun-ubun Kiai Romzi. Maka demi memenuhi dawuh kiainya
itu, Kiai Romzi tak berhenti mempelajari kitab Ihya.
Hasilnya jika saban kali belajar memahami makna kitab Ihya
Ulumuddin lalu terdapat kata atau kalimat yang sulit dimenger-
ti, maka jalan satu-satunya adalah menemui sang guru. Anehn-
ya sebelum Ra Romzi menyampaikan sepatah-kata pun, Mbah
Maemon seakan bisa membaca pikiran dan maksud kedatangan-
nya. “Ada kemusykilan ya? kirim Al Fatihah ke saya,” demikian
dawuh ulama sepuh ini pada Ra Romzy.
Ra Romzy juga menerima langsung semua sanad kitab Ihya Ulu-
muddin berikut kitab-kitab Syafi’iyah, mulai kitab-kitab dasar
sampai pada kitab-kitab tingkat tinggi dari Mbah Maimoen.
Progresif Menebarkan Ilmu lewat Tulisan
Pengalaman spiritual yang dia dapat dari Mbah Maimoen hing-
ga masih terpatri lekat dalam ingatan Ra Romzi. Sehingga ide-
ide segar selalu tertuang menjadi sebuah karya tulis. Bakat tu-
lis-menulis tersebut mulai terasah sejak nyantri di Pesantren
Krapyak asuhan Mbah Ali Maksum. Terbukti berselang enam
tahun kemudian, selepas menyelesaikan pengembaraanya men-
garungi lautan ilmu, ia datang menyodorkan tulisan-tulisannya
kepada sanak saudaranya sebagai pembuktian.
| 407

