Page 425 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 425

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Kiai Romzi lebih cenderung tertarik pada fiqh Imam Syafi’i, dan
            dalam fiqh muamalah lebih senang pada Imam Hanafi.


            Begitu pula dengan lima kitab, dari puluhan karangan Ra Romzi,
            yang mengutip beberapa pendapat dari paham Wahabi, terma-
            suk kitab terbaiknya, Tsamrotul Yani’ah fi Syarhih Mandzumatil
            al-Sya’iah Ala Akidati Ahli Sunnati Wal Jamaati. Menurut Kiai
            Romzi tak mengapa mengutip pandangan-pandangan dari luar
            kalangan Ahlu Sunnah  Wal Jama’ah selama secara substansi
            memiliki maksud yang sama.

            Mengutip dari kalangan Wahabi bukan berarti Kiai Romzi bukan
            tak setuju dengan paham Aswaja. Justru baginya hidup dalam
            kultur  Nahdliyyin  yang  menganut  paham  Aswaja  menimbul-
            kan kesadaran akan pentingnya menghargai pelbagai perbedaan
            pandangan selama  pendapat itu bisa dipertanggungjawabkan.
            Di samping itu menghormati dan mengikuti kiai-kiai sepuh NU
            adalah tindakan yang harus didahulukan.


            Ketekunan Ra Romzi mengarang kitab tentu tak lepas dari
            perasaan tanggung jawabnya terhadap ilmu yang dimiliki. Dari
            jari-jemari tangan itu, kini menelurkan 70 judul buku dan kitab.
            Sekarang ini ada beberapa kitab dan buku yang masih dalam
            proses penulisan. Dorongan Ra Romzi untuk selalu menulis se-
            benarnya tergerak karena keyakinannya bahwa menulis adalah
            hobi yang bernilai ibadah, memendam ilmu dalam diri setiap
            manusia berarti sama dengan dosa dan untuk mengukur pema-
            haman belajar kita membutuhkan masukan dari orang lain.


            Sedangkan untuk mengukur pemahaman kita, menurut Ra Romzi
            menulis adalah salah satu jalan terbaik. Kebiasaan lainnya, Ra
            Romzi selalu mengirimkan surah Al-Fatihah kepada pengarang
            buku atau kitab yang pernah dibaca maupun menjadi referensi



                                                                      | 411
   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429   430