Page 444 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 444

KH. Yusuf Chudlari |  Pendekatan Kultural dan Kewirausahaan Gus Yusuf























            Suran Tegalrejo tahun 2015.
            Waktu menunjukkan hampir maghrib, ditandai  suara speaker
            masjid pondok, persis di selatan kediamannya, sedang mengu-
            mandang tarhim. Di tengah perbincangan ringan kami mengenai
            rencana acara, tempat, dan pengisi panggungnya, terdengar su-
            ara salam dari luar. Yusuf kehadiran dua orang tamu yang hen-
            dak sowan bersilaturahim.

            Mereka  adalah Nur Hadi  (48)  dan  Habib  (35) warga  dusun
            Kedon, desa Rejosari, kecamatan  Bandongan, Kabupaten
            Magelang. Mereka lantas dipersilahkan duduk. Kedatangannya
            bermaksud mengundang Yusuf untuk hadir memberikan cera-
            mah dalam acara Muludan (Maulid Nabi SAW) pada bulan Ra-
            biul Awal di desa tersebut.


            “Maturnuwun rawuhipun panjenengan. Ananging kulo nyuwun
            penganpunten, amargi jadwal wulan Mulud lan Rejeb sampun
            kebak,” (Terimakasih kedatangannya. Tapi saya mohon maaf,
            karena jadwal bulan Maulud-Rajab sudah penuh), jawab Yusuf.
            Ia kemudian menyarankan agar mencari kyai lain yang masih
            bisa dihadirkan dalam acara tersebut.


            | 430
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449