Page 463 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 463
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Di luar itu, mereka berhadapan dengan lima hal sekaligus: (1)
mentalitas sebagian besar kepala desa dan perangkatnya yang
cenderung oligarkis dengan politik dinasti yang sangat kental;
(2) masyarakat yang apatis dan tidak terkonsolidasi akibat ter-
lalu lama diabaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan
pelaksanaan pembangunan desa; (3) ormas dan institusi sosial
yang terlalu “sibuk” dengan urusan intern dan lupa terhadap ma-
salah fundamental desa; (4) organisasi politik yang hanya ber-
fungsi sebagai mesin politik kepentingan; dan (5) birokrasi su-
pra-desa yang gagal melindungi kepentingan ekonomi desa dari
serbuan “kapitalisme”.
Yusuf sepenuhnya sadar, desa butuh teman dan perhatian khusus
untuk berbenah. Inilah yang mendorongnya untuk mencurah-
kan segenap tenaga, waktu dan perhatiannya untuk “memben-
ahi” desa. Perangkatnya, masyarakatnya, maupun mekanisme
pembangunannya (mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga
pelaporan, termasuk di dalamnya pelibatan masyarakat secara
aktif).
Selain karena permasalahan yang begitu kompleks, kepedulian
Yusuf terhadap desa juga karena memang pada dirinya sudah
tertanam kepedulian kepada sesama. Didikan kepedulian ini
diberikan pertama kali oleh kedua orang tuanya.
Salah satu memori masa kecil yang selalu diingatnya adalah keti-
ka sehari sebelum Idul Fitri ada orang miskin datang ke rumahn-
ya. Baju-baju baru, yang dibelikan orang tuanya dua hari sebel-
umnya, diberikan kepada orang tersebut. Bapaknya mengatakan,
anak orang tersebut lebih membutuhkan dari pada Yusuf kecil.
Sementara ibu Yusuf selalu memberikan ketauladanan sebagai
pribadi yang pekerja keras dan sabar mendidik anak-anaknya.
Nilai-nilai sosial ini begitu kuat mempengaruhi karakter Yusuf.
| 449

