Page 459 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 459
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
kah strategis dan berjangka panjang. Tujuannya adalah untuk
membentuk nalar berpikir santri dalam menumbuhkan semangat
perjuangan dan pengabdian di bidang kewirausahaan berbasis
ilmu-ilmu agama dan kemasyarakatan. Dalam perspektif jihad fi
sabilillah, kata Yusuf, manusia tidak cukup berdoa dan berserah
diri kepada Yang di Atas. Setelah berdoa, manusia harus ber-
pikir dan bergerak demi perkembangan dan perubahan positif
bagi kemanusiaan dan kemaslahatan umat. Sebab perubahan
hakiki ke arah yang lebih baik akan bisa terwujud bila manusia
itu sendiri mau merubahnya.
Namun demikian, Yusuf menyadari, bahwa membangun nalar
berpikir ke arah perjuangan kewirausahaan membutuhkan ener-
gi berlipat, karena budaya masyarakat santri cenderung `nrima
ing pandum` atas apa pun yang turun dari Allah.
Kewirausahaan santri ini sebenarnya pernah digagas dan dikem-
bangkan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid). Menurut Ahmad
Suaedy, mantan Direktur Wahid Institute, jihad kewirausahaan
Gus Dur pernah dirintis dengan program pendirian rumah
toko-rumah toko di tiap kecamatan di Indonesia pada tahun
1987-an. Harapannya, ruko-ruko tersebut menjadi etalase dan
media pemasaran bagi hasil-hasil produksi rakyat dengan warga
Nahdliyin sebagai kreatornya. Rencana membangun kewirau-
sahaan bagi rakyat tersebut dilakukan Gus Dur dengan mem-
bentuk perserikatan usaha, menggandeng Bank Nusumma.
Sementara itu, kewirausahaan di bidang pertanian dan perkebu-
nan, Gus Dur sebagai Ketua Umum PBNU waktu itu, bekerjasa-
ma dengan pengusaha lokal menanam nanas di pelosok-pelosok
desa di Blitar, Lampung, dan beberapa lahan di kawasan ler-
eng Gunung Dieng. “Namun beberapa langkah kewirausahaan
Gus Dur itu tidak berlanjut karena Bank Nusumma tidak men-
| 445

