Page 455 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 455

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            itu  melimpah. Justru keberlimpahan  dari  hasil  keringat  para
            petani dinikmati para tengkulak atau pemodal besar.


            “Untuk mengatasi problem ini, salah satunya, dengan cara men-
            didik dan menyiapkan generasi santri agar lebih siap menghada-
            pi situasi pasar sehingga menjadi berpihak ke petani. Bagaimana
            caranya? Hasil bumi tidak dijual langsung, tapi diolah terlebih
            dahulu sehingga mempunyai nilai lebih ketika dipasarkan,” pa-
            par Yusuf.


            Sepuluh tahun sebelum membangun Pesantren Giri dan SMK-
            nya di Girikulon, tahun 2007 Yusuf mendirikan SMK berbasis
            pondok pesantren,  di  bawah  Yayasan  Syubbanul  Wathon,  di
            Desa Dlimas, berjarak 1 KM dari pondok pusat API Tegalrejo.
            Program pertama SMK mengambil jurusan komputer jaringan
            dan multimedia. Belakangan, SMK yang dikepalai KH Akhmad
            Izzuddin Lc., putra kedua KH. Abdurrahman Chudlori (putra
            pertama KH  Chudlori), mengembangkan  pendidikan tingkat
            SMU ini dengan membuka jurusan tata busana. Selain SMK,
            Yayasan ini membuka sekolah tingkat  SMP di  Tegalrejo  dan
            Bandongan, serta SMA jurusan IPA dan IPS di Tegalrejo.

            SMK Syubbanul  Wathon  Tegalrejo  menjadi  sekolah  rujukan
            seluruh Indonesia karena perkembangan siswa dan prestasi di
            bidang akademik selama lima tahun terakhir yang terus mening-
            kat. Keunggulan sekolah kejuruan ini terletak pada model dan
            tradisi pesantren yang menghidupinya. SMK  dengan model
            pesantren tersebut sudah banyak dikembangkan dan didukung
            pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebu-
            dayaan RI. Akan tetapi,  model pengelolaan  pendidikan yang
            memadukan antara unsur-unsur ilmu modern (kurikulum SMK)
            dan ilmu-ilmu salafiyyah (kurikulum pondok pesantren) di SMK
            SW dinilai memiliki karakter unik.



                                                                      | 441
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460