Page 457 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 457

MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif  dari Pesantren


            Pesantren Entrepreneurship dalam pandangan Yusuf adalah se-
            buah lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren yang men-
            gajarkan  ilmu-ilmu  keagamaan  ala Ahlussunnah Wal Jamaah,
            sekaligus membekali santri dengan keterampilan terapan bidang
            ekonomi. Pesantren juga memberikan pendidikan kewirausahaan
            mulai dari teori hingga praktiknya. Tujuannya, agar santri lebih
            matang dalam menapaki kehidupan di masyarakat setelah lulus
            program pendidikan.


            “Santri jaman sekarang ora cukup mung pinter ngaji (tidak cuk-
            up pintar mengaji). Harus lebih matang ketika `terjun di mas-
            yarakat`. Jadi ya kudu pinter ngaji, juga kudu pinter luru menir
            (pintar mencari rejeki),” pesan Yusuf.


            Saat tulisan ini di susun, di pesantren enterprenership bermukim
            25 santri putra dan putri asal Aceh, Sulawesi, dan Kalimantan.
            Beberapa  di antara  mereka  juga berasal dari Magelang. Para
            santri adalah mahasiswa STIA yang mengikuti program pendi-
            dikan pesantren berkurikulum entrepreneurship. Yusuf mendiri-
            kan pesantren ini dilatarbelakangi pengalaman mengasuh pon-
            dok pesantren API di Tegalrejo (pesantren pusat) yang mengkaji
            kitab-kitab  klasik sebagaimana  umumnya pendidikan pesant-
            ren tradisional (salafiyyah). Ketika santri lulus, mereka masih
            membutuhkan  pendidikan ketrampilan  tambahan  untuk bekal
            kehidupan di masyarakat.

            Pesantren Entrepreneurship didirikan untuk menjawab kebutu-
            han keilmuan santri di masyarakat yang menuntut penguasaan
            ilmi-ilmu sosial keagamaan sekaligus ilmu ekonomi. Menurut-
            nya,  di  era  modern  yang  cenderung  mengedepankan  sifat-si-
            fat materialistik, santri dituntut  lebih siap menghadapi  setiap
            perkembangan zaman dan perubahan-perubahan yang mengiku-
            tinya, termasuk perkembangan ekonomi dan kewirausahaan.



                                                                      | 443
   452   453   454   455   456   457   458   459   460   461   462