Page 456 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 456
KH. Yusuf Chudlari | Pendekatan Kultural dan Kewirausahaan Gus Yusuf
Data penerimaan santri angkatan tahun 2017 di bawah Yayasan
Syubbanul Wathon sebanyak 1.656 santri, terdiri dari: SMP SW
Tegalrejo: 640 santri, SMP SW Bandongan: 306 santri, SMK
SW Tegalrejo: 400 santri (Teknik Komputer Jaringan, Multi-
media, Tata Busana); SMK SW Secang: 150 santri (Teknologi
Pengolahan Hasil Pertanian, Animasi, Perbankan Syariah), dan
SMA SW Tegalrejo: 160 santri (IPA & IPS).
Jihad Kewirausahaan
Selasa siang ba’da dhuhur di Pesantren Entreprenurship Syubba-
nul Wathon, Meteseh, Tempuran, Magelang, Yusuf mbalah kitab
(mengajar) Ta’lim al-Muta’allim karangan Imam Burhanuddin
Zarnuji di depan para para santri putra dan putri. Sebelum kitab
kuning dibacakan, para santri diajak membaca tahlil bersama.
Semua peserta pengajian adalah santri sekaligus mahasiswa Se-
kolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STIAI) Syubbanul Wathon.
Di antara para santri itu terlihat beberapa dosen STIAI dan
ustadz ikut dalam forum pengajian bersama Yusuf. Siang itu ti-
dak ada perkuliahan bagi mahasiswa, karena diisi program pen-
gajian kurikulum pondok pesantren. Pagi hari sebelumnya, se-
bagian mereka belajar berusaha bidang kuliner di restoran milik
pesantren. Sebagian yang lain belajar budi daya perikanan dan
pertanian. Di areal seluas 1 hektar ini berdiri asrama santri, ru-
ang belajar, aula, kampus STIAI, kolam ikan, dan sebuah resto-
ran dengan brand “Brambang Salam II” di gedung paling depan
yang menghadap Jalan Raya Magelang-Purworejo.
“Santri yang sudah ikut pelatihan kuliner dan marketing, prak-
teknya di restoran ini sebagai santri magang,” kata Yusuf.
Restoran “Brambang Salam I” dibuka di Jalan Raya Tegalrejo
Magelang, 2 KM arah barat Ponpes API Tegalrejo.
| 442

