Page 451 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 451
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
Kegiatannya melakukan sosialisasi anti narkoba di sekolah-se-
kolah sebagai upaya menekan angka korban generasi muda
akibat obat berbahaya itu. Untuk sosialisasi anti narkoba dan
mendekatkan komunitas-komunitas anak muda secara lebih
luas, Yusuf setiap tahun menggelar konser musik dengan men-
gundang group-group musik nasional seperti Gigi (2007), Dewa
19 (2008), Sheila on 7 (2009), dan lain-lain.
“Tegalrejo sendiri memang punya akar yang kuat ke situ. Kiai
Chudlori dulu juga sangat terbuka, dekat dengan tokoh-tokoh
masyarakat, baik itu yang tokoh agama atau abangan, atau
saudagar (pengusaha). Bahkan juga dengan pejabat-pejabat
waktu itu. Itu tergambar ketika saya mendengar cerita sejarah
Kyai Tarmadzi dan Kyai Mabarrun,” kenang Yusuf. Kyai Tar-
madzi dan Kyai Mabarrun adalah santri Pesantren API Tegal-
rejo; santri kinasih (kesayangan) Kyai Chudlori tahun 1970-an.
Sebagai pengasuh pondok pesantren dan tokoh masyarakat, Yu-
suf menyadari bahwa pesantren tidak bisa berdiri sendiri. Berdi-
rinya pesantren, menurutnya, juga bukan untuk diri sendiri.
Pendirian pesantren karena dilatarbelakangi doktrin “khairun
al-nas anfa’uhum li al-nas (sebaik-baik manusia adalah yang
bermanfaat untuk orang lain)”, sesuai yang disabdakan oleh Ra-
sulullah saw.
Lebih lanjut, Yusuf menjelaskan, Pesantren Tegalrejo meng-
gunakan nama Asrama Perguruan Islam (API) untuk nama pe-
santren; menggunakan bahasa Indonesia, bukan bahasa asing.
Di balik pemberian nama ini, ada dua makna. Pertama, ikhtiar
untuk mendekatkan pesantren dengan masyarakat agar tidak
ada jarak, agar masyarakat tidak sungkan untuk mendekat ke
pesantren. Demikian pula ketika pesantren masuk di tengah-ten-
gah masyarakat akan dianggap hal yang lumrah (biasa) karena
| 437

