Page 453 - Merawat NKRI Ala Kyai Muda.cdr
P. 453
MERAWAT NKRI ALA KYAI MUDA | Tokoh-tokoh Inspiratif dari Pesantren
dulillah, Gus. Mohon tambah doa agar kerasan dan rajin belajar
di sini),” jawab orangtua berpeci kain putih.
Dialog Gus Yusuf dan orangtua yang sedang sambangan kepada
putra-putrinya itu terlihat santai, sesekali diselingi senyum dan
tertawa kecil, akrab, dan menggunakan bahasa Jawa. Kepada
para orangtua, Gus Yusuf berpesan agar anak-anak didoakan
agar dalam menjalani tahap pendidikan diberi ketenangan dan
kelancaran sehingga bisa mengikuti semua program pendidikan-
nya. Ia juga berpesan agar orangtua di rumah bisa bersikap ikh-
las dan ridha melepaskan anak-anaknya di pesantren untuk ber-
proses bersama teman-teman sebaya. Dalam pandangan Yusuf,
ikhlas dan ridla menjadi kunci hubungan baik antara orangtua
dan anak yang sama-sama sedang meniti kehidupan.
“Karena doa, ikhlas, dan ridla itu lah yang akan menyebabkan
orangtua di rumah lancar luru sangu kanggo ngajine (lancar da-
lam mencari bekal untuk belajar) anak-anak, sebaliknya anak-
anak yang sedang di pondok menjadi tenang dalam belajar,” tu-
turnya saat menemui tamu di pesantren pertanian yang berjarak
lima kilometer arah utara pesantren API Tegalrejo Magelang
saat itu.
Pada tahun ajaran 2017-2018, Yusuf mulai muncurahkan per-
hatian dalam mengasuh pondok pesantren API Syubbanul Wa-
thon di Girikulon. Di dalamnya berdiri SMK Syubbanul Wathon
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Di areal tanah wakaf seluas
2,8 hektar ini berdiri musholla (joglo), ruang kelas, ruang asra-
ma, dan tempat praktik santri. Di salah satu halaman pesantren
juga berdiri tiga bangunan tempat praktik pertanian hidroponik.
Rencananya, pesantren ini dipersiapkan untuk membekali sant-
ri-santri agar berkemampuan mengolah hasil-hasil pertanian se-
cara mandiri.
| 439

